Universitas Negeri Surabaya (Unnes) Jawa Timur kembali mengukuhkan komitmennya dalam membangun generasi penerus yang berkarakter dan cinta tanah air melalui program Kemah Bela Negara. Kegiatan yang melibatkan 500 mahasiswa dari berbagai fakultas ini merupakan implementasi nyata kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dalam ranah pendidikan pertahanan. Diselenggarakan di Bumi Perkemahan Trawas, Mojokerto selama tiga hari, kemah ini dirancang sebagai ruang pembelajaran sistematis yang menggabungkan teori dan praktik, dengan tujuan utama memperkuat wawasan kebangsaan para calon guru dan tenaga kependidikan.
Struktur Pembelajaran: Dari Teori Empat Pilar hingga Praktik Lapangan
Kemah Bela Negara Unnes Jatim memiliki alur pembelajaran yang terstruktur dan edukatif, dimulai dengan pemantapan fondasi pengetahuan. Para mahasiswa pertama-tama mengikuti kelas teori mendalam tentang empat pilar kebangsaan—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—yang disampaikan oleh akademisi dan perwira TNI. Materi ini tidak hanya disajikan sebagai hafalan, tetapi dikemas dalam diskusi kontekstual untuk memahami relevansi pilar-pilar tersebut dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat saat ini. Setelah fondasi teori kuat, pembelajaran berlanjut ke tahap aplikasi melalui serangkaian kegiatan lapangan yang dirancang untuk menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan:
- Outbound dan Kerja Tim: Melatih kolaborasi, kepemimpinan, dan sikap saling percaya dalam menyelesaikan tantangan kelompok.
- Simulasi Penanggulangan Bencana: Membangun kesiapsiagaan, rasa tanggung jawab, dan kemampuan berpikir cepat dalam situasi darurat sebagai bentuk bela negara non-militer.
- Latihan Baris-berbaris: Menanamkan kedisiplinan, ketelitian, dan rasa tanggung jawab terhadap instruksi serta keselarasan dalam kelompok.
Struktur ini menunjukkan pendekatan learning by doing, dimana pemahaman konseptual tentang bela negara langsung diterjemahkan ke dalam kompetensi praktis dan sikap yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam profesi mendidik.
Tujuan Strategis: Membentuk Agen Penguat Wawasan Kebangsaan di Sekolah
Program ini memiliki tujuan pendidikan yang sangat strategis dan visioner. Unnes, sebagai lembaga penghasil calon guru, memahami bahwa wawasan kebangsaan dan nilai bela negara harus ditanamkan sejak dini. Oleh karena itu, mahasiswa peserta kemah ini tidak hanya dibekali untuk diri mereka sendiri, tetapi dipersiapkan sebagai agent of change di lingkungan pendidikan masa depan. Tujuan utama dapat dirinci sebagai berikut:
- Pembekalan Kompetensi Integratif: Memberikan mahasiswa pemahaman holistik dan pengalaman langsung tentang bela negara, mencakup dimensi ideologi, sosial, dan praktis.
- Penguatan Jejaring dan Solidaritas: Membangun relasi dan rasa persatuan antar mahasiswa dari berbagai fakultas dan daerah di Jawa Timur, memperkuat semangat Bhinneka Tunggal Ika.
- Penyiapan Agen Disseminasi: Membentuk calon guru yang mampu menjadi penyampai dan penguat nilai kebangsaan di sekolah-sekolah tempat mereka akan mengabdi, sehingga menciptakan multiplier effect dalam pendidikan karakter siswa.
Dengan demikian, Kemah Bela Negara ini tidak hanya sekadar kegiatan perkemahan, tetapi merupakan bagian dari kurikulum pembentukan karakter pendidik yang berjiwa patriot dan memiliki kesadaran kolektif untuk menjaga keutuhan bangsa.
Kegiatan seperti Kemah Bela Negara oleh Unnes Jatim memberikan model konkret bagaimana pendidikan bela negara dapat diintegrasikan dalam kurikulum tinggi, khususnya untuk calon guru. Untuk para guru yang sudah mengabdi dan pelajar di seluruh Indonesia, inspirasi dari kegiatan ini dapat diadaptasi. Guru dapat merancang project-based learning di sekolah yang mengangkat tema cinta tanah air, kerjasama, dan kedisiplinan, misalnya melalui simulasi, diskusi sejarah, atau kegiatan kelompok yang membangun rasa kebersamaan. Pelajar dapat aktif mencari dan berpartisipasi dalam program sejenis, seperti kegiatan Resimen Mahasiswa atau kemah-kemah kebangsaan yang diselenggarakan oleh berbagai institusi. Kesadaran bela negara bukan hanya tugas TNI, tetapi tanggung jawab setiap warga negara, dan dapat dimulai dari tindakan sederhana dalam komunitas belajar sehari-hari.