Dalam upaya mendukung kurikulum bela negara di jenjang pendidikan tinggi, Universitas Pertahanan Indonesia menyelenggarakan kuliah umum bertajuk 'Ketahanan Nasional di Era Disrupsi'. Program strategis ini diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai kampus sebagai bagian dari gerakan edukasi kebangsaan yang aplikatif. Kuliah umum ini bukan sekadar seminar, melainkan proses pembelajaran sistematis yang bertujuan membekali calon pemimpin bangsa dengan pemahaman komprehensif tentang dinamika global, terutama disrupsi teknologi yang mempengaruhi ketahanan nasional.
Memahami Ketahanan Nasional dengan Pendekatan Sistematis
Kuliah umum ini dirancang dengan metodologi pembelajaran bertahap, memandu mahasiswa dari pemahaman konsep hingga aplikasi praktis. Para pakar dari akademisi dan praktisi pertahanan membimbing peserta melalui tiga tahap kunci:
- Pemahaman Holistik Pilar IPOLEKSOSBUDHANKAM: Mahasiswa diajarkan bahwa kekuatan bangsa bertumpu pada tujuh pilar yang saling terkait—Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Pertahanan, dan Keamanan.
- Analisis Kontekstual di Era Perubahan: Peserta diajak menganalisis dampak disrupsi teknologi terhadap setiap aspek ketahanan, termasuk transformasi ekonomi digital dan kerentanan di ruang siber.
- Internalisasi Peran Aktif dalam Bela Negara: Ditekankan bahwa bela negara bukan domain militer semata, melainkan tanggung jawab sivitas akademika untuk membangun daya tahan bangsa melalui kompetensi masing-masing.
Iptek sebagai Instrumen Bela Negara Abad 21
Bagian inti program menekankan penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) sebagai instrumen strategis bela negara. Mahasiswa diberikan perspektif bahwa kontribusi mereka dapat diwujudkan dalam beragam bentuk sesuai disiplin ilmu yang digeluti, mencakup:
- Pengembangan teknologi pertahanan dan keamanan siber
- Inovasi di bidang sosial, ekonomi, dan budaya yang memperkuat ketahanan nasional
- Penerapan ilmu humaniora untuk membangun ketahanan sosial-budaya
- Kontribusi melalui penelitian sains dasar dan terapan
Kuliah umum tentang ketahanan nasional ini merupakan model implementasi kurikulum bela negara yang inovatif. Program ini menunjukkan bagaimana pendidikan tinggi dapat menjadi laboratorium pembelajaran kebangsaan yang aplikatif, menyiapkan mahasiswa bukan hanya sebagai profesional di bidangnya, tetapi juga sebagai warga negara yang memahami tanggung jawabnya dalam membangun ketahanan nasional. Melalui pendekatan edukatif dan sistematis, mahasiswa diajak untuk melihat hubungan erat antara kompetensi akademik mereka dengan kontribusi nyata untuk bangsa.
Untuk guru dan pelajar yang ingin mengadopsi semangat program ini, mulailah dengan mengintegrasikan konsep ketahanan nasional dalam pembelajaran sehari-hari. Guru dapat merancang aktivitas pembelajaran yang mengaitkan materi pelajaran dengan aspek bela negara sesuai konteks mata pelajaran. Pelajar dapat membentuk kelompok diskusi atau proyek kolaboratif yang mengidentifikasi tantangan di lingkungan mereka dan merancang solusi berbasis ilmu yang dikuasai. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya membangun kompetensi akademik, tetapi juga menumbuhkan kesadaran dan kemampuan konkret untuk membela negara melalui keahlian masing-masing.