Beranda / Bela Negara / Universitas Brawijaya Gelar Kuliah Umum Bela Negara Ber...
Bela Negara

Universitas Brawijaya Gelar Kuliah Umum Bela Negara Bersama TNI AD

Universitas Brawijaya Gelar Kuliah Umum Bela Negara Bersama TNI AD

Kuliah umum 'Aktualisasi Bela Negara di Era Disrupsi Digital' yang digelar FISIP Universitas Brawijaya bersama TNI AD berhasil memperkuat wawasan kebangsaan mahasiswa. Kegiatan ini memberikan pemahaman bahwa bela negara di era digital meliputi kontribusi intelektual dan inovasi, bukan hanya aspek fisik. Manfaatnya, mahasiswa semakin sadar akan tanggung jawab kebangsaan dan termotivasi menjadi agen perubahan di masyarakat.

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat wawasan kebangsaan mahasiswa melalui kuliah umum bertema 'Aktualisasi Bela Negara di Era Disrupsi Digital'. Kegiatan yang digelar bekerja sama dengan Komando Daerah Militer V/Brawijaya ini menghadirkan perwira tinggi TNI AD sebagai narasumber utama, dan dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai jurusan. Kuliah umum ini dirancang sebagai bagian dari kurikulum non-formal yang memperkuat pendidikan bela negara di lingkungan kampus, sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan kebangsaan di era digital.

Tujuan Pembelajaran: Memahami Bela Negara di Era Digital

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak membuka wawasan tentang dimensi baru bela negara yang melampaui konsep konvensional peperangan fisik. Narasumber menjelaskan bahwa era disrupsi digital membawa tantangan baru seperti hoaks, radikalisme daring, dan ancaman siber yang memerlukan respons cerdas dari generasi muda. Berikut adalah beberapa poin tujuan pembelajaran yang ditekankan dalam kuliah umum tersebut:

  • Menganalisis bagaimana ruang siber dan dinamika global menjadi medan pertahanan baru yang harus diwaspadai.
  • Mengidentifikasi isu kontemporer seperti penyebaran hoaks dan radikalisme yang mengancam persatuan bangsa.
  • Memahami peran aktif mahasiswa sebagai agent of change dalam membangun ketahanan nasional melalui keahlian akademik dan organisasi kemahasiswaan.

Pendekatan ini memberikan perspektif bahwa bela negara tidak selalu identik dengan angkat senjata, melainkan juga kontribusi intelektual dan inovasi di bidang masing-masing. Hal ini sejalan dengan semangat Kurikulum Bela Negara yang menekankan partisipasi aktif warga negara dalam menjaga kedaulatan bangsa.

Manfaat bagi Mahasiswa: Meningkatkan Kesadaran Kritis dan Tanggung Jawab Kebangsaan

Kuliah umum ini memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa Universitas Brawijaya, terutama dalam meningkatkan kesadaran kritis dan rasa tanggung jawab sebagai generasi muda terdidik. Mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa penelitian, inovasi teknologi, dan pengabdian kepada masyarakat juga merupakan bentuk bela negara yang sangat dibutuhkan bangsa. Diskusi interaktif yang berlangsung juga memperkuat jejaring antara dunia akademik dan institusi pertahanan TNI AD, menciptakan sinergi yang produktif untuk pembangunan nasional.

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga sekaligus memotivasi mahasiswa untuk lebih aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan program-program pengabdian yang relevan dengan isu kebangsaan. Dengan bekal wawasan kebangsaan yang kuat, diharapkan mahasiswa mampu menjadi duta bela negara di lingkungan masing-masing.

Sebagai penutup, mari kita ambil pelajaran dari kegiatan ini bahwa bela negara adalah tanggung jawab bersama, baik di kampus maupun di masyarakat. Bagi para guru dan pelajar, aktiflah mengikuti kegiatan serupa seperti kuliah umum atau program bela negara lainnya. Setiap kontribusi, sekecil apa pun, akan memperkuat ketahanan bangsa. Jadilah generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kebangsaan yang kokoh.

Organisasi Universitas Brawijaya, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya, Komando Daerah Militer V/Brawijaya, TNI AD