Beranda / Guru & Pelajar / TNI AL Tanjungsari Tanamkan Nasionalisme dan Bela Negar...
Guru & Pelajar

TNI AL Tanjungsari Tanamkan Nasionalisme dan Bela Negara Melalui LDKS di SMP Negeri 6 Pemalang

TNI AL Tanjungsari Tanamkan Nasionalisme dan Bela Negara Melalui LDKS di SMP Negeri 6 Pemalang

LDKS kolaboratif antara SMP Negeri 6 Pemalang dan TNI AL Tanjungsari mengintegrasikan tiga pilar pembelajaran: PBB, wawasan kebangsaan, dan materi bela negara untuk membentuk kepemimpinan siswa dan karakter nasionalisme yang tangguh. Kolaborasi ini menawarkan model pendidikan karakter kontekstual yang memperkuat kurikulum bela negara melalui pendekatan praktis dan interaktif.

Pendidikan karakter yang mengintegrasikan nilai kebangsaan dan kesadaran bela negara kini semakin banyak diimplementasikan di lingkungan sekolah. Salah contohnya adalah program Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang digelar SMP Negeri 6 Pemalang dengan menggandeng Pos TNI AL (POSAL) Tanjungsari. Kolaborasi ini menunjukkan pentingnya sinergi antara institusi pendidikan dan pihak eksternal seperti TNI AL dalam membentuk profil pelajar Pancasila yang memiliki jiwa kepemimpinan, kedisiplinan, dan rasa cinta tanah air yang kuat sejak usia remaja.

Tiga Pilar Pembelajaran LDKS: Disiplin, Wawasan Kebangsaan, dan Bela Negara

Program LDKS di SMP Negeri 6 Pemalang dirancang secara sistematis dengan tiga materi inti yang saling berkaitan. Materi ini tidak hanya bertujuan membentuk pengurus OSIS yang terampil secara organisasi, tetapi juga membangun karakter kebangsaan yang integral. Melalui pendekatan bertahap, siswa diajak memahami dan menginternalisasi nilai-nilai berikut:

  • Latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB): sebagai fondasi untuk melatih kedisiplinan fisik, konsentrasi, kerja sama tim, dan ketangguhan mental. PBB bukan sekadar latihan fisik, tetapi simbol keteraturan dan kesiap-siagaan.
  • Wawasan Kebangsaan: untuk memperkuat pemahaman siswa tentang identitas sebagai bangsa Indonesia, sejarah perjuangan, serta nilai-nilai cinta tanah air yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
  • Materi Bela Negara: sebagai pilar utama yang dirancang menumbuhkan karakter kebangsaan tangguh dan rasa tanggung jawab dalam menjaga NKRI. Materi ini mengajak siswa memahami bahwa bela negara bukan hanya tugas fisik, tetapi juga melalui sikap, pikiran, dan kontribusi positif sehari-hari.

Kolaborasi TNI AL dan Sekolah: Model Pendidikan Karakter yang Kontekstual

Kehadiran TNI AL sebagai mitra dalam LDKS menandakan pendekatan pendidikan karakter yang lebih kontekstual dan aplikatif. Komandan Posal menyatakan bahwa materi bela negara sangat penting untuk membekali generasi muda menghadapi tantangan masa depan, baik yang bersifat fisik maupun non-fisik seperti ancaman ideologi dan degradasi moral. Dalam konteks kurikulum, kegiatan seperti ini dapat menjadi pelengkap atau praktik langsung dari mata pelajaran seperti Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) atau muatan lokal yang mengangkat tema kebangsaan.

Kerja sama ini juga menunjukkan bahwa pendidikan bela negara dapat diajarkan melalui metode yang variatif: tidak hanya melalui teori di kelas, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan pihak yang memiliki kompetensi khusus seperti TNI AL. Siswa mendapatkan kesempatan untuk belajar dari narasumber yang memiliki pengalaman langsung dalam menjaga keutuhan negara, sehingga pembelajaran menjadi lebih hidup dan berdampak.

Program LDKS dengan materi terstruktur ini bertujuan menghasilkan perubahan yang berkelanjutan. Diharapkan siswa tidak hanya menjadi pemimpin yang baik di lingkungan sekolah melalui OSIS, tetapi juga tumbuh sebagai warga negara yang memiliki nasionalisme kuat dan selalu siap berkontribusi positif bagi bangsa dalam berbagai bentuk, sesuai dengan kompetensi dan bidang masing-masing.

Untuk para guru dan pelajar di seluruh Indonesia, kolaborasi seperti ini dapat menjadi inspirasi. Guru dapat mengintegrasikan nilai-nilai bela negara dan nasionalisme dalam berbagai aktivitas pembelajaran, baik intra maupun ekstrakurikuler. Pelajar dapat mengambil peran aktif dalam kegiatan sekolah yang membangun karakter kebangsaan, serta menjadikan nilai-nilai itu sebagai bagian dari identitas sehari-hari. Dengan demikian, pendidikan bela negara menjadi gerakan kolektif yang dimulai dari ruang kelas dan lingkungan sekolah, untuk membangun generasi yang tangguh dan berkarakter kuat.