Dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027, STIKes Buleleng menghadirkan pembekalan khusus yang bertujuan menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada mahasiswa baru. Dandim 1609/Buleleng, Letkol Inf Achmad Setyawan Syah, menjadi narasumber utama dalam sesi bertajuk 'Kehidupan Berbangsa, Bernegara dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara'. Program ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, serta kesadaran untuk membela negara sejak awal memasuki jenjang pendidikan tinggi.
Pembekalan Bela Negara sebagai Fondasi Karakter Mahasiswa
Dalam materinya, Dandim menekankan bahwa bela negara bukan hanya tugas militer, melainkan tanggung jawab seluruh warga negara. Konsep ini diintegrasikan ke dalam kurikulum pembekalan mahasiswa baru agar mereka memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara secara konkret. Melalui pendekatan edukatif, mahasiswa diajak merefleksikan bagaimana tindakan sederhana sehari-hari dapat menjadi wujud nyata cinta tanah air. Berikut adalah nilai-nilai utama yang disampaikan dalam pembekalan tersebut:
- Sikap disiplin dalam menjalankan tugas dan peran sebagai mahasiswa
- Bertanggung jawab terhadap setiap tindakan dan keputusan
- Mencintai dan menggunakan produk dalam negeri sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi bangsa
- Menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman kampus
- Mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan
Pemahaman yang mendalam terhadap nilai-nilai ini diharapkan mampu membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kebangsaan yang tangguh.
Peran Mahasiswa Baru dalam Menjaga Keutuhan NKRI
Pembekalan wawasan kebangsaan dan bela negara ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga menekankan aplikasi nyata dalam kehidupan kampus. Mahasiswa baru diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu meneladani semangat persatuan dan kesatuan. Dengan pemahaman yang benar tentang bela negara, mereka dapat berkontribusi aktif dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui kegiatan sehari-hari, seperti organisasi kemahasiswaan, diskusi ilmiah, dan kegiatan sosial. Investasi pembinaan karakter sejak dini ini menjadi fondasi penting bagi ketahanan nasional di masa depan.
Sebagai penutup, mari kita jadikan momen ini sebagai pengingat bahwa setiap pelajar dan mahasiswa memiliki peran strategis dalam membangun bangsa. Guru dan pelajar di seluruh Indonesia dapat mengadopsi pendekatan serupa dengan mengintegrasikan nilai bela negara dalam setiap kegiatan pembelajaran. Mulailah dari hal kecil, seperti menanamkan sikap disiplin dan cinta produk dalam negeri, karena dari situlah semangat cinta tanah air akan tumbuh dan mengakar kuat.