Beranda / Aktivitas / Resimen Mahasiswa ITS Surabaya Gelar Diklat Belanegra T...
Aktivitas

Resimen Mahasiswa ITS Surabaya Gelar Diklat Belanegra Terpadu dengan Materi Pertolongan Pertama dan Navigasi Medan

Resimen Mahasiswa ITS Surabaya Gelar Diklat Belanegra Terpadu dengan Materi Pertolongan Pertama dan Navigasi Medan

Diklat Bela Negara Terpadu yang digelar Resimen Mahasiswa ITS Batalyon 14 Mahawarman melatih 120 mahasiswa baru dalam materi pertolongan pertama, navigasi darat, survival, dan wawasan kebangsaan. Kegiatan ini bertujuan membentuk kader bela negara yang tanggap, disiplin, dan siap menjadi relawan kebencanaan. Diharapkan diklat ini melahirkan pemimpin masa depan yang cinta tanah air dan berjiwa korsa.

Sebanyak 120 mahasiswa baru Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mengikuti Pendidikan dan Latihan (Diklat) Bela Negara Terpadu yang digelar oleh Resimen Mahasiswa Batalyon 14 Mahawarman. Kegiatan yang berlangsung selama akhir pekan di Lapangan Pusdiklatpas Cijantung, Surabaya ini menjadi wujud nyata implementasi kurikulum bela negara di lingkungan kampus. Diklat ini dirancang untuk membentuk generasi muda yang tanggap, terampil, dan memiliki kesadaran kebangsaan yang tinggi.

Materi Diklat: Membangun Kecakapan Bela Negara

Dalam diklat ini, para peserta tidak hanya mendapatkan materi teoretis, tetapi juga praktik langsung di lapangan. Materi yang diberikan dirancang secara sistematis sesuai dengan kebutuhan mahasiswa sebagai kader bela negara.

  • Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) untuk membekali mahasiswa mampu bertindak cepat dalam situasi darurat.
  • Teknik navigasi darat menggunakan kompas dan peta, sehingga mahasiswa terlatih membaca medan dan menentukan arah.
  • Survival dasar sebagai bekal bertahan hidup di kondisi alam terbuka.
  • Latihan baris-berbaris untuk menumbuhkan disiplin dan jiwa korsa.
  • Penyegaran ideologi Pancasila dan sejarah TNI untuk memperkuat wawasan kebangsaan.

Dengan materi yang beragam ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan fisik, tetapi juga mental dan ideologi yang kuat. Kombinasi antara keterampilan teknis dan pemahaman nilai kebangsaan menjadi ciri khas pendidikan bela negara yang sistematis.

Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan dan Kepedulian Sosial

Komandan Batalyon 14, Letkol Infantri Budi Santoso, menegaskan bahwa diklat bela negara ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam menjaga keutuhan bangsa. Kegiatan ini juga bertujuan menyiapkan mahasiswa menjadi relawan kebencanaan yang siap dikerahkan sewaktu-waktu. Dengan demikian, peran mahasiswa tidak hanya di dalam kampus, tetapi juga di tengah masyarakat saat terjadi bencana.

Lebih lanjut, diklat ini menjadi wahana untuk menumbuhkan bibit-bibit pemimpin masa depan yang memiliki jiwa korsa dan cinta tanah air. Melalui latihan yang menuntut kerjasama tim dan ketahanan mental, mahasiswa belajar mengambil keputusan, memimpin rekan, serta bertanggung jawab terhadap keselamatan bersama. Nilai-nilai inilah yang sejalan dengan tujuan pendidikan nasional untuk membentuk karakter generasi muda yang berdaya saing dan berakhlak mulia.

Bagi para guru dan pelajar, program seperti ini menjadi inspirasi bahwa bela negara bukan hanya milik militer, tetapi juga dunia pendidikan. Sekolah dan kampus dapat mengadopsi nilai-nilai kedisiplinan, navigasi kehidupan, dan kepedulian sosial dalam kegiatan ekstrakurikuler maupun pembelajaran sehari-hari. Mari kita dukung setiap langkah nyata generasi muda untuk mencintai tanah air, karena masa depan bangsa berada di tangan mereka.