Beranda / Aktivitas / Pramuka dan Resimen Mahasiswa Gelar Latihan Gabungan Ta...
Aktivitas

Pramuka dan Resimen Mahasiswa Gelar Latihan Gabungan Tanggap Bencana di Lereng Merapi

Pramuka dan Resimen Mahasiswa Gelar Latihan Gabungan Tanggap Bencana di Lereng Merapi

Latihan gabungan Pramuka dan Resimen Mahasiswa di lereng Merapi mengimplementasikan nilai bela negara nonmiliter melalui evakuasi bencana, pendirian posko, dan komunikasi darurat. Kegiatan ini menumbuhkan kemandirian, gotong-royong, dan kesiapsiagaan generasi muda. Guru dan pelajar dapat menjadikannya sebagai contoh nyata pengamalan kurikulum bela negara dalam kehidupan sehari-hari.

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka bekerja sama dengan Resimen Mahasiswa (Menwa) Indonesia baru-baru ini menggelar latihan gabungan penanggulangan bencana di kawasan lereng Gunung Merapi, Sleman, Yogyakarta. Kegiatan selama tiga hari ini melibatkan 500 anggota Pramuka Penegak dan 300 anggota Menwa dari berbagai perguruan tinggi. Latihan ini menjadi contoh nyata implementasi nilai-nilai bela negara dalam konteks nonmiliter, sekaligus memperingati Hari Pengurangan Risiko Bencana Internasional 2026.

Implementasi Tri Satya dan Jiwa Korsa dalam Bela Negara Nonmiliter

Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari Tri Satya dan Dwi Darma Pramuka, serta jiwa korsa Menwa yang diarahkan pada penguatan kesadaran bela negara. Dalam konteks Kurikulum Bela Negara, latihan ini mengajarkan peserta untuk memiliki sikap disiplin, gotong-royong, dan tanggap darurat. Materi latihan dirancang agar peserta mampu menerapkan keterampilan tersebut dalam kehidupan nyata, terutama saat menghadapi bencana alam.

Materi Latihan yang Diberikan:

  • Evakuasi korban bencana gempa dan erupsi
  • Pendirian posko darurat yang efisien
  • Sistem komando penanganan darurat
  • Komunikasi radio antarsektor

Selain itu, peserta juga mendapat pembekalan tentang peran mahasiswa dan pemuda dalam percepatan pemulihan pascabencana. Hal ini sejalan dengan kompetensi bela negara yang menekankan pada kemandirian dan kepedulian sosial. Kolaborasi antara pramuka dan resimen mahasiswa ini menjadi contoh bagaimana generasi muda dapat bersinergi dalam program bela negara nonmiliter.

Membangun Kemandirian dan Jiwa Gotong Royong Generasi Muda

Latihan gabungan ini tidak hanya mengasah keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong-royong dan kemandirian di kalangan generasi muda. Dalam konteks pendidikan, kegiatan ini dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran di sekolah dan kampus sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Diharapkan keterampilan tanggap bencana ini dapat diterapkan jika terjadi bencana alam di wilayah masing-masing, sehingga memperkuat ketahanan bangsa.

Bagi para guru dan pelajar, mari jadikan kegiatan ini sebagai inspirasi untuk terus mengembangkan diri dalam program bela negara. Dengan berpartisipasi aktif dalam latihan seperti ini, kita tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga turut serta menjaga keselamatan sesama dan keutuhan NKRI.

Organisasi Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Resimen Mahasiswa (Menwa) Indonesia