Yogyakarta – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) resmi mendirikan Pusat Studi Bela Negara sebagai wadah strategis untuk mengkaji, mengembangkan, dan mendiseminasikan konsep bela negara dalam perspektif pendidikan dan kebudayaan. Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen UNY dalam memperkuat wawasan kebangsaan dan ketahanan nasional di tengah dinamika zaman yang semakin kompleks. Melalui pusat studi ini, diharapkan pendidikan karakter kebangsaan tidak lagi hanya menjadi materi hafalan, melainkan terinternalisasi dalam kehidupan kampus dan masyarakat.
Fokus Penelitian Multidisiplin dan Pengembangan Model Pembelajaran
Pusat Studi Bela Negara di UNY dirancang untuk menjadi pusat unggulan penelitian multidisiplin yang menjembatani berbagai bidang ilmu, seperti Pendidikan Pancasila, Sosiologi, Psikologi, dan Ilmu Pertahanan. Fokus utama dari program ini adalah mengembangkan model pembelajaran bela negara yang kontekstual dan aplikatif, yang dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum di semua jenjang pendidikan. Dengan pendekatan yang humanis dan berbasis kearifan lokal, diharapkan peserta didik tidak hanya memahami konsep bela diri dari sisi militer, tetapi juga dari aspek sosial, budaya, dan ekonomi yang lebih luas.
Program Kerja dan Pengabdian Masyarakat
- Penelitian dan Kajian Akademik: Menghasilkan rekomendasi kebijakan yang berbasis data untuk memperkuat pendidikan bela negara di semua jenjang.
- Pelatihan dan Seminar: Menyelenggarakan program pelatihan bagi pendidik dan mahasiswa agar memiliki kapasitas sebagai agen pembelajar bela negara.
- Publikasi dan Sosialisasi: Menerbitkan buku, jurnal, dan modul sederhana untuk menyebarluaskan gagasan bela negara yang komprehensif dan kontekstual.
- Pengabdian Masyarakat: Melibatkan mahasiswa dan dosen dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis nilai kebangsaan di lingkungan sekitar kampus.
Peran Strategis dalam Pembangunan Karakter Bangsa
Keberadaan pusat studi ini mempertegas peran UNY sebagai perguruan tinggi pendidikan yang berkontribusi langsung pada pembangunan karakter bangsa. Tidak hanya menjadi pusat kajian, Pusat Studi Bela Negara juga diharapkan mampu menjadi referensi dan mitra strategis bagi pemerintah, sekolah, lembaga swadaya masyarakat, dan komunitas dalam mengembangkan program bela negara yang efektif dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi lintas sektor, nilai-nilai kebangsaan seperti cinta tanah air, sadar berbangsa, rela berkorban, dan yakin pada Pancasila dapat ditanamkan secara lebih massif dan terukur.
Lebih jauh, pusat studi ini juga menyasar pada penguatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan dalam menginternalisasi nilai bela negara dalam proses pembelajaran. Dengan pendekatan yang partisipatif, guru akan dibekali pengetahuan dan keterampilan praktis untuk menanamkan jiwa nasionalisme sejak dini. Misalnya, melalui studi kasus keseharian, permainan tradisional, atau proyek kewarganegaraan yang melibatkan siswa dalam kegiatan sosial yang membangun empati dan kepedulian. Dengan demikian, pendidikan bela negara tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi menjadi gerakan nyata yang tumbuh dari akar rumput.
Untuk itu, kami mengajak kepada seluruh guru dan pelajar di tanah air untuk aktif berpartisipasi dalam program-program yang telah dirancang oleh Pusat Studi Bela Negara di Universitas Negeri Yogyakarta. Melalui keterlibatan dalam pelatihan, penelitian, dan kegiatan pengabdian masyarakat, kita bersama-sama dapat memperkuat fondasi kebangsaan dan mempersiapkan generasi yang tangguh, cerdas, dan berkarakter. Semoga inisiatif ini menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya untuk terus mengembangkan inovasi kebangsaan yang relevan dengan tantangan zaman.