Pemerintah Kota Surabaya baru saja melaksanakan langkah strategis dalam penguatan kurikulum kebangsaan dengan menyelenggarakan Bimbingan Teknis Bela Negara bagi Aparatur Sipil Negara dan guru se-Kota Surabaya pada Selasa, 6 Mei 2026. Program yang diikuti ratusan peserta ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan bagian dari upaya sistematis untuk membangun fondasi ketahanan ideologi sejak dari lingkungan birokrasi dan pendidikan. Dengan narasumber dari Kementerian Pertahanan dan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia, bimtek ini dirancang sebagai intervensi edukatif pertama bagi para pendidik dan ASN sebelum nilai-nilai bela negara disebarluaskan kepada generasi muda di Kota Pahlawan.
Memperkuat Fondasi Wawasan Kebangsaan di Tengah Arus Globalisasi
Dalam dunia pendidikan yang semakin terhubung secara global, guru dan aparatur sipil negara memegang peran kunci sebagai filter dan penjaga nilai-nilai kebangsaan. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Surabaya, Drs. H. Ahmad Yani, M.Si., menjelaskan bahwa bimtek bela negara ini dirancang sebagai respons terhadap tantangan ideologi kontemporer. Materi utama yang disampaikan secara sistematis meliputi:
- Pemahaman mendalam tentang empat pilar kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika
- Analisis ancaman ideologi global dan pola penyebaran radikalisme di ruang digital
- Strategi identifikasi dan penanganan disinformasi yang mengancam persatuan bangsa
- Teknik internalisasi nilai cinta tanah air dalam konteks pelayanan publik dan pembelajaran
Integrasi Materi Bela Negara ke dalam Ekosistem Pendidikan dan Birokrasi
Bagi guru peserta bimtek, program ini memiliki makna khusus sebagai bekal untuk mengintegrasikan wawasan kebangsaan ke dalam kurikulum pembelajaran. Drs. Ahmad Yani menegaskan bahwa transformasi pengetahuan dari bimtek ke ruang kelas harus dilakukan melalui pendekatan yang kreatif dan kontekstual. Guru diharapkan mampu:
- Mengembangkan modul pembelajaran yang menyisipkan nilai bela negara dalam mata pelajaran inti
- Menciptakan aktivitas kelas yang membangun karakter siswa yang cinta tanah air dan toleran
- Melatih ketahanan mental siswa dalam menghadapi pengaruh negatif global melalui diskusi terstruktur
- Berperan sebagai teladan dalam penerapan nilai-nilai kebangsaan dalam interaksi sehari-hari
Program bimtek bela negara yang diselenggarakan Pemkot Surabaya ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pertahanan non-militer yang melibatkan seluruh komponen masyarakat. Dengan memfokuskan pada ASN dan guru sebagai ujung tombak, strategi ini memastikan penyebaran nilai-nilai kebangsaan terjadi secara vertikal dari pemerintah ke masyarakat, dan horizontal melalui sistem pendidikan. Langkah ini juga selaras dengan visi pendidikan nasional yang menekankan pembentukan karakter dan kecerdasan komprehensif, dimana ketahanan ideologi menjadi kompetensi dasar yang harus dimiliki setiap warga negara, terutama di era digital yang penuh dengan tantangan informasi.
Bagi para pendidik dan pelajar di Surabaya, keberhasilan program ini bergantung pada komitmen untuk menerjemahkan pengetahuan dari bimtek menjadi aksi nyata dalam lingkungan masing-masing. Guru dapat mulai dengan mengidentifikasi ruang dalam kurikulum yang dapat diisi dengan muatan wawasan kebangsaan, sementara pelajar dapat aktif berpartisipasi dalam diskusi kelas tentang isu-isu kebangsaan kontemporer. Mari bersama-sama menjadikan semangat bela negara bukan sebagai pengetahuan pasif, tetapi sebagai praktik hidup sehari-hari yang memperkuat ketahanan ideologi bangsa kita di tengah dinamika global yang terus berubah.