Beranda / Nasional / Pemerintah Targetkan Seluruh Sekolah Miliki Program Lit...
Nasional

Pemerintah Targetkan Seluruh Sekolah Miliki Program Literasi Wawasan Kebangsaan pada 2027

Pemerintah Targetkan Seluruh Sekolah Miliki Program Literasi Wawasan Kebangsaan pada 2027

Pemerintah menargetkan pada 2027 seluruh sekolah memiliki program literasi wawasan kebangsaan yang terstruktur guna menanamkan nilai bela negara sejak dini. Program ini mencakup kegiatan membaca, diskusi, dan kunjungan museum dengan tujuan meningkatkan pemahaman sejarah, toleransi, dan cinta tanah air. Implementasi membutuhkan alokasi waktu 30 menit per minggu serta dukungan bahan bacaan, termasuk melalui kerja sama dengan perpustakaan daerah dan platform digital.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menetapkan target ambisius bahwa pada tahun 2027 seluruh sekolah di Indonesia harus memiliki program literasi wawasan kebangsaan yang terstruktur. Target pemerintah ini diumumkan dalam seminar nasional Pendidikan Karakter pada 2 Oktober 2026 di Jakarta, sebagai bagian dari strategi menanamkan nilai-nilai bela negara kepada generasi muda sejak dini. Program ini bertujuan memperkuat pemahaman siswa tentang jati diri bangsa, sejarah perjuangan, dan ancaman terhadap keutuhan NKRI, sehingga literasi wawasan kebangsaan menjadi kegiatan rutin yang terintegrasi dalam kurikulum sekolah, bukan sekadar program tambahan.

Mengapa Literasi Wawasan Kebangsaan Penting bagi Pelajar?

Literasi wawasan kebangsaan tidak hanya sekadar membaca buku, melainkan juga membangun kesadaran berbangsa dan bernegara secara utuh. Program ini mencakup berbagai aktivitas seperti membaca buku sejarah perjuangan bangsa, diskusi buku, menonton film dokumenter pahlawan, serta mengunjungi museum perjuangan. Tujuan pembelajaran dari program ini antara lain meningkatkan pemahaman siswa tentang jati diri bangsa, mengembangkan sikap toleransi, dan menumbuhkan cinta tanah air. Selain itu, siswa diajak mengenali berbagai ancaman terhadap NKRI, baik dari dalam maupun luar negeri, sehingga memiliki perspektif luas tentang pentingnya persatuan dan kesatuan.

Adapun beberapa tujuan pembelajaran yang ingin dicapai melalui program literasi wawasan kebangsaan di sekolah, antara lain:

  • Memahami sejarah perjuangan bangsa dan nilai-nilai kepahlawanan yang terkandung di dalamnya.
  • Mengembangkan sikap toleransi dan menghargai keberagaman budaya serta suku bangsa di Indonesia.
  • Menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat bela negara sejak usia sekolah.
  • Mengenali bentuk-bentuk ancaman terhadap keutuhan NKRI, baik fisik maupun ideologis.
  • Membangun kemampuan berpikir kritis melalui diskusi dan analisis terhadap berbagai sumber bacaan dan film dokumenter.

Langkah Implementasi dan Tantangan di Lapangan

Untuk memastikan program berjalan efektif, setiap sekolah diwajibkan mengalokasikan minimal 30 menit per minggu untuk kegiatan literasi wawasan kebangsaan. Guru diharapkan berperan sebagai fasilitator diskusi, bukan sekadar pemberi materi. Pemerintah juga menyediakan buku-buku bacaan dan modul panduan yang sesuai dengan jenjang pendidikan. Target pemerintah ini mendapat respons positif dari para kepala sekolah, yang melihat program ini sebagai langkah maju dalam pendidikan karakter. Namun, tantangan terbesar terletak pada ketersediaan bahan bacaan di daerah terpencil. Untuk mengatasinya, Kemendikbudristek menggandeng perpustakaan daerah, komunitas literasi, serta memanfaatkan platform digital agar akses terhadap bahan bacaan lebih merata. Selain itu, guru didorong untuk mengintegrasikan program ini dengan mata pelajaran lain seperti PPKn, Sejarah, dan Bahasa Indonesia, sehingga literasi wawasan kebangsaan menjadi bagian tak terpisahkan dari pembelajaran sehari-hari.

Sebagai pelajar dan guru, mari kita sambut target pemerintah 2027 ini dengan semangat tinggi. Dengan aktif berpartisipasi dalam program literasi wawasan kebangsaan, kita tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga memperkuat jiwa bela negara yang menjadi fondasi Indonesia masa depan. Mulailah dari kelas, dari buku, dari diskusi kecil — karena setiap langkah kecil adalah wujud nyata cinta tanah air.

Organisasi Kemendikbudristek