Beranda / Bela Negara / Pelajar SMA di Bali Ikuti Program 'Sekolah Bela Negara'...
Bela Negara

Pelajar SMA di Bali Ikuti Program 'Sekolah Bela Negara' Bersama Koramil

Pelajar SMA di Bali Ikuti Program 'Sekolah Bela Negara' Bersama Koramil

Program 'Sekolah Bela Negara' oleh Koramil di Bali berhasil mengimplementasikan pendidikan bela negara secara holistik bagi 150 pelajar SMA, mengintegrasikan kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan melalui pembelajaran langsung. Kegiatan ini membangun pemahaman utuh bahwa bela negara adalah tanggung jawab sipil setiap pelajar untuk menjaga persatuan dan kedaulatan bangsa.

Sebagai bentuk implementasi langsung dari konsep bela negara dalam pendidikan nonformal, 150 pelajar SMA di Kabupaten Badung, Bali, telah menyelesaikan program intensif 'Sekolah Bela Negara' bersama Koramil setempat pada April 2026. Kegiatan yang melibatkan siswa dari lima SMA, baik negeri maupun swasta, ini merupakan langkah nyata dalam mengintegrasikan nilai kebangsaan ke dalam kesadaran generasi muda melalui pendekatan praktis dan eksperiential di lingkungan militer. Program ini selaras dengan kurikulum pendidikan yang mengedepankan pengembangan kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara holistik.

Merancang Program Holistik: Dari Wawasan hingga Psikomotor

Program Sekolah Bela Negara yang digagas Koramil dirancang dengan pendekatan holistik dan sistematis. Tujuannya tidak hanya menguatkan fisik, tetapi lebih menekankan pada pembentukan karakter dan pemahaman konseptual tentang bela negara sebagai tanggung jawab setiap warga, khususnya pelajar. Program ini selaras dengan tiga domain kurikulum:

  • Kompetensi Sikap (Affective): menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, cinta tanah air, dan persatuan.
  • Kompetensi Pengetahuan (Cognitive): memberikan pemahaman mendalam tentang peran TNI dan sejarah perjuangan.
  • Kompetensi Psikomotor: melalui pengalaman langsung yang mengasah keterampilan fisik dan kritis.

Rangkaian kegiatan dirancang untuk mentransformasi konsep buku teks menjadi pembelajaran hidup, meliputi:

  • Pelatihan Fisik Dasar: untuk ketahanan tubuh, kerja sama tim, dan kedisiplinan.
  • Pengenalan Organisasi TNI: memahami struktur dan fungsi TNI dalam kerangka NKRI.
  • Kelas Wawasan Kebangsaan: menggali sejarah perjuangan lokal Bali untuk membangun ikatan emosional.
  • Workshop Literasi Media: membekali keterampilan kritis untuk mengidentifikasi dan menangkal hoaks.
  • Pembelajaran Langsung dari Sejarah: melalui kunjungan museum dan dialog dengan veteran.

Makna Strategis: Membangun Pemahaman Utuh dan Persepsi Positif

Program Sekolah Bela Negara ini memiliki makna strategis yang jauh melampaui kegiatan seremonial. Ini adalah upaya konkret untuk mendekatkan institusi militer dengan generasi muda Bali, sekaligus membangun pemahaman utuh tentang konsep bela negara di kalangan pelajar SMA. Bela negara tidak lagi dipersepsikan secara sempit sebagai kegiatan militeristik, tetapi sebagai tanggung jawab sipil setiap warga negara—termasuk pelajar—untuk menjaga kedaulatan, persatuan, dan nilai-nilai luhur bangsa melalui cara yang sesuai dengan kapasitas mereka, seperti menjaga persatuan, kritis terhadap informasi, dan memahami sejarah.

Program ini juga menjadi jembatan penting antara kurikulum formal di sekolah dengan pengalaman nyata. Materi wawasan kebangsaan dan sejarah yang diajarkan di kelas mendapatkan konteks dan makna yang lebih hidup melalui interaksi langsung dengan lingkungan militer dan narasi sejarah dari sumber primer. Hal ini memperkuat relevansi pembelajaran dan menanamkan nilai patriotisme secara lebih mendalam dan personal.

Untuk guru dan pelajar di seluruh Indonesia, program seperti ini menunjukkan bahwa pendidikan bela negara dapat diimplementasikan secara kreatif dan kontekstual. Guru dapat menginspirasi siswa dengan mengintegrasikan nilai-nilai program ini—seperti kedisiplinan, literasi media kritis, dan penghargaan terhadap sejarah—ke dalam pembelajaran sehari-hari di sekolah. Pelajar dapat mengambil contoh dari peserta SMA Bali ini untuk aktif mencari dan berpartisipasi dalam kegiatan yang menguatkan rasa kebangsaan, baik melalui program sekolah bersama Koramil maupun kegiatan komunitas lainnya. Bela negara mulai dari kesadaran diri, pemahaman yang benar, dan tindakan nyata dalam menjaga harmoni bangsa.