Pemerintah Kota Makassar, melalui Dinas Pendidikan setempat, kembali menggelar kegiatan Bela Negara yang menyasar ratusan pelajar SMA pada 18 Agustus 2026. Program ini dirancang sebagai bagian dari penguatan kurikulum kebangsaan di sekolah, dengan tujuan menanamkan nilai-nilai cinta tanah air, kesadaran berbangsa, dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat. Antusiasme tinggi terlihat dari partisipasi aktif para pelajar yang mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh semangat.
Lomba dan Simulasi: Metode Bela Negara yang Menyenangkan
Kegiatan Bela Negara di Makassar dikemas secara interaktif dan edukatif agar mudah diterima oleh pelajar. Terdapat dua sesi utama yang sistematis:
- Sesi pagi: Lomba bertema kebangsaan, seperti cerdas cermat Pancasila dan paduan suara lagu nasional. Lomba ini menguji pengetahuan dan kecintaan pelajar terhadap dasar negara dan simbol-simbol kebangsaan.
- Sesi siang: Simulasi penanganan bencana, termasuk evakuasi gempa bumi dan pertolongan pertama pada korban luka. Sesi ini melatih keterampilan praktis bertahan hidup yang merupakan bagian dari kompetensi dasar bela negara.
Dengan metode ini, pelajar tidak hanya menerima teori di kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung yang membekas. Kepala Dinas Pendidikan Makassar menyatakan bahwa kegiatan serupa akan rutin dilaksanakan setiap bulan untuk memperkuat karakter kebangsaan siswa.
Manfaat Langsung bagi Pelajar: Dari Teori ke Praktik
Kegiatan Bela Negara di sekolah memberikan dampak nyata bagi pengembangan karakter pelajar. Beberapa manfaat yang dapat dirasakan antara lain:
- Membangkitkan semangat patriotisme sejak dini melalui lomba-lomba yang menumbuhkan rasa bangga terhadap Indonesia.
- Melatih keterampilan dasar bertahan hidup seperti evakuasi bencana dan pertolongan pertama, yang berguna dalam kehidupan sehari-hari maupun saat darurat.
- Meningkatkan kesadaran bela negara sebagai warga negara yang siap menjaga keutuhan bangsa dan negara.
Dalam simulasi, para pelajar diajarkan cara evakuasi yang benar saat gempa bumi, mulai dari mencari tempat berlindung hingga berkumpul di titik aman. Mereka juga belajar memberikan pertolongan pertama pada korban luka, seperti membalut luka dan melakukan resusitasi dasar. Pengalaman ini tidak hanya membekas di ingatan, tetapi juga membentuk mental tangguh dan sigap.
Kegiatan Bela Negara di Makassar menjadi contoh nyata bagaimana sekolah dapat menjadi pusat pembentukan karakter kebangsaan. Dengan pendekatan yang menyenangkan dan sistematis, pelajar diajak untuk mencintai tanah air dan siap berkontribusi bagi bangsa. Guru dan pelajar di seluruh Indonesia, mari kita aktif berpartisipasi dalam program Bela Negara di sekolah masing-masing. Jadikan momen ini sebagai langkah awal untuk menjadi generasi yang cinta tanah air, tangguh, dan berdaya saing.