Beranda / Bela Negara / Panglima TNI: 'Jaga Nkri dari Ruang Kelas', Libatkan Ma...
Bela Negara

Panglima TNI: 'Jaga Nkri dari Ruang Kelas', Libatkan Mabes TNI Susun Modul Wawasan Nusantara bagi Pelajar

Panglima TNI: 'Jaga Nkri dari Ruang Kelas', Libatkan Mabes TNI Susun Modul Wawasan Nusantara bagi Pelajar

Panglima TNI mencanangkan program bela negara dari ruang kelas melalui pembekalan guru dan modul Wawasan Nusantara untuk Generasi Digital. Modul ini berisi tujuh bab interaktif yang membahas geopolitik, ancaman siber, dan aksi nyata bela negara. Guru menjadi motor utama dalam menanamkan nilai kebangsaan secara kreatif, sejalan dengan kurikulum NKRI.

Panglima TNI menegaskan bahwa pertahanan negara harus dimulai sejak ruang kelas, bukan hanya di medan latihan. Pernyataan ini disampaikan saat membuka kegiatan Pembekalan Wawasan Nusantara bagi Pendidik se-Jabodetabek di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta Timur, pada 30 Agustus 2026. Sebanyak 300 guru dan kepala sekolah dari madrasah dan sekolah umum hadir untuk menjadi penggerak teritorial di lingkungan pendidikan. Program ini merupakan bagian dari upaya sistematis Mabes TNI untuk menanamkan nilai-nilai bela negara sejak dini, sejalan dengan kurikulum kebangsaan yang menekankan pentingnya wawasan nusantara bagi generasi muda.

Modul Wawasan Nusantara untuk Generasi Digital: Materi Bela Negara yang Interaktif

Mabes TNI telah menyusun modul berjudul Wawasan Nusantara untuk Generasi Digital yang akan dibagikan ke sekolah-sekolah. Modul pelajar ini terdiri dari tujuh bab yang mencakup aspek strategis untuk membangun kesadaran bela negara. Berikut adalah poin-poin utama yang akan dipelajari:

  • Geopolitik dan Geostrategi Indonesia: Memahami posisi strategis NKRI di dunia dan pentingnya menjaga kedaulatan.
  • Ancaman Siber: Mengenali bahaya disinformasi, radikalisme, dan perpecahan di era digital.
  • Peran TNI dalam Bencana: Mengetahui kontribusi TNI dalam penanganan bencana alam sebagai bentuk pengabdian.
  • Bela Negara bagi Pelajar: Aksi nyata seperti gotong royong, cinta produk dalam negeri, dan menjaga kerukunan.

Materi dikemas dengan bahasa sederhana dan diperkaya infografis untuk membantu guru menjelaskan konsep abstrak seperti wawasan nusantara dan ketahanan nasional. Setiap bab dilengkapi dengan aktivitas diskusi dan refleksi yang dapat dilakukan di kelas, sehingga pembelajaran menjadi interaktif dan aplikatif. Dengan modul ini, generasi muda diharapkan tidak hanya memahami geografi Indonesia dan keanekaragaman suku budaya, tetapi juga memiliki kesadaran untuk berkontribusi dalam menjaga keutuhan NKRI.

Guru Sebagai Ujung Tombak Bela Negara di Sekolah

Panglima TNI menekankan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai jembatan antara institusi militer dan generasi muda. Dalam sambutannya, ia mengingatkan bahwa ancaman saat ini tidak selalu berbentuk militer, melainkan juga disinformasi, radikalisme, dan perpecahan yang dapat merusak persatuan bangsa. Oleh karena itu, guru dituntut mampu menanamkan nilai-nilai kebangsaan secara kreatif dan kontekstual. Melalui pembekalan ini, para pendidik dibekali metode pengajaran yang relevan dengan karakteristik pelajar digital, seperti penggunaan infografis, studi kasus, dan simulasi. Dengan demikian, mereka dapat menjadi teladan dalam mengimplementasikan wawasan nusantara di lingkungan sekolah. Program ini menjadi bukti nyata sinergi antara Mabes TNI dan dunia pendidikan dalam memperkuat rasa cinta tanah air sejak dini.

Bagi para guru dan pelajar, program ini adalah kesempatan untuk aktif berpartisipasi dalam menjaga NKRI. Mulailah dari hal kecil: pelajari modul Wawasan Nusantara, diskusikan bersama teman, dan terapkan nilai gotong royong serta cinta produk dalam negeri dalam keseharian. Dengan begitu, bela negara benar-benar dimulai dari ruang kelas, dan generasi muda menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan bangsa.

Tokoh Panglima TNI Jenderal
Organisasi TNI, Mabes TNI, Markas Besar TNI