Beranda / Bela Negara / Mahasiswa UGM Gelar Latihan Gabungan Resimen Mahasiswa:...
Bela Negara

Mahasiswa UGM Gelar Latihan Gabungan Resimen Mahasiswa: Perkuat Jiwa Bela Negara di Kampus

Mahasiswa UGM Gelar Latihan Gabungan Resimen Mahasiswa: Perkuat Jiwa Bela Negara di Kampus

Latihan Gabungan Resimen Mahasiswa (Menwa) UGM yang diikuti 450 mahasiswa baru merupakan program wajib dalam skema Bela Negara Kampus. Melalui materi baris-berbaris, navigasi darat, wawasan kebangsaan, dan simulasi bencana, mahasiswa dibekali pemahaman dasar kewiraan dan kepemimpinan. Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan semangat nasionalisme dan kesiapsiagaan non-militer di kalangan generasi muda.

Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk karakter kebangsaan melalui program Latihan Gabungan Resimen Mahasiswa (Menwa) yang digelar pada 5–7 Oktober 2026 di Lapangan Pancasila Kampus UGM. Kegiatan ini merupakan bagian wajib dari skema Bela Negara Kampus yang diikuti oleh 450 mahasiswa baru dari berbagai fakultas. Dengan menggandeng instruktur dari Kodim 0729/Sleman, latihan ini dirancang untuk memberikan fondasi awal bagi mahasiswa dalam memahami nilai-nilai kewiraan, kepemimpinan, dan ketahanan nasional secara langsung dan aplikatif.

Mengapa Latihan Gabungan Resimen Mahasiswa Penting dalam Kurikulum Bela Negara?

Program latihan gabungan ini tidak sekadar kegiatan ekstrakurikuler biasa, melainkan menjadi pilar utama dalam pembentukan jiwa bela negara di lingkungan kampus. Melalui pendekatan sistematis, mahasiswa diperkenalkan pada konsep bela negara non-militer yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Rektor UGM menegaskan bahwa Resimen Mahasiswa merupakan salah satu pilar penting dalam membangun karakter mahasiswa yang siap membela negara, terutama dalam konteks sosial, kemanusiaan, dan kebencanaan. Integrasi program ini ke dalam kurikulum bela negara kampus memastikan bahwa setiap mahasiswa memiliki pemahaman dasar yang utuh tentang tanggung jawab sebagai warga negara.

Apa Saja Materi dan Tujuan yang Diajarkan dalam Latihan Gabungan?

Materi yang disampaikan dalam latihan gabungan ini disusun secara bertahap dan aplikatif, mencakup aspek fisik, mental, dan wawasan kebangsaan. Tujuan utamanya adalah menumbuhkan semangat relawan, nasionalisme, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai situasi. Berikut adalah rincian materi dan tujuan pembelajaran yang diberikan:

  • Baris-berbaris: Melatih kedisiplinan, kerapian, dan kekompakan tim sebagai dasar kewiraan.
  • Pengetahuan medan dan navigasi darat: Mengembangkan kemampuan membaca peta, orientasi lapangan, dan pengambilan keputusan di lingkungan taktis.
  • Wawasan kebangsaan: Memperkuat pemahaman tentang Pancasila, UUD 1945, dan sejarah perjuangan bangsa sebagai landasan bela negara.
  • Simulasi penanggulangan bencana dan bantuan kemanusiaan: Memberikan pengalaman praktis dalam merespons bencana alam dan membantu masyarakat, sesuai dengan peran mahasiswa sebagai agen perubahan.

Setiap materi dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan nilai-nilai bela negara dalam konteks nyata. Hal ini sejalan dengan tujuan pembelajaran program Bela Negara Kampus yang menekankan pada pembentukan karakter tangguh, peduli, dan cinta tanah air.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini diharapkan mampu menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam menjalani peran sebagai generasi penerus bangsa. Dengan mengikuti Latihan Gabungan Resimen Mahasiswa ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman organisasi, tetapi juga kesadaran akan pentingnya kontribusi nyata dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan negara. Bagi para guru dan pelajar di seluruh Indonesia, program semacam ini dapat menjadi inspirasi untuk mengintegrasikan nilai bela negara ke dalam kegiatan sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Mari kita aktif berpartisipasi dalam berbagai program bela negara, karena setiap langkah kecil kita adalah wujud cinta tanah air yang sesungguhnya.

Organisasi Resimen Mahasiswa, Universitas Gadjah Mada, Kodim 0729/Sleman