Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Universitas Pertahanan (Unhan) RI baru-baru ini menggelar program pengabdian masyarakat yang menyasar lebih dari 200 siswa dan guru SMA Negeri 1 Citeureup, Kabupaten Bogor, pada 24 Agustus 2026. Program ini merupakan respons edukatif dan sistematis terhadap tantangan zaman yang dihadapi generasi muda saat ini, seperti ancaman narkoba, kejahatan siber, pornografi, dan tawuran pelajar. Melalui penguatan wawasan kebangsaan dan bela negara, kegiatan ini bertujuan membentengi peserta dari pengaruh negatif tersebut dengan menanamkan pemahaman mendalam tentang nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Inisiatif ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan pendidikan karakter bagi pelajar di era digital.
Program Unggulan untuk Generasi Digital Tangguh
Mengusung tema "Membangun Generasi Berkarakter, Cerdas Digital, dan Tangguh Menuju Indonesia Emas 2026", program pembelajaran ini dirancang secara interaktif untuk menginternalisasi nilai-nilai bela negara dengan cara yang menarik dan mudah dipahami oleh siswa. Materi utama dibawakan oleh Kapus Program Bela Negara LPPM Unhan RI, Kolonel Inf. Dr. Haryo Mustoko, yang secara sistematis menguraikan pentingnya sikap bela negara dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, disampaikan pula sosialisasi profil Universitas Pertahanan RI sebagai lembaga pendidikan tinggi yang berfokus pada pertahanan negara, memberikan gambaran kepada peserta tentang jalur pendidikan yang berkontribusi pada ketahanan nasional.
Materi Bela Negara: Membangun Karakter Pelajar
Untuk memaksimalkan pemahaman, program ini menyajikan materi bela negara secara bertahap dan sistematis melalui beberapa komponen utama:
- Pemahaman Nilai-Nilai Dasar: Mempelajari dan mengamalkan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi bela negara.
- Kecerdasan Digital: Membekali siswa dengan kemampuan untuk memfilter informasi, menghindari kejahatan siber, dan menggunakan teknologi secara positif.
- Ketahanan Mental: Mengembangkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan komitmen untuk melawan pengaruh negatif seperti narkoba dan tawuran.
- Partisipasi Aktif: Mendorong siswa untuk menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah dan masyarakat melalui kegiatan bela negara yang relevan dengan kehidupan mereka.
Secara edukatif, kegiatan ini dilengkapi dengan sesi tanya jawab dan kuis yang seru, serta yel-yel yang menggugah semangat kebangsaan. Metode interaktif ini membantu siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga merasakan langsung makna cinta tanah air dan bela negara.
Manfaat jangka panjang dari program ini sangat signifikan bagi para pelajar. Mereka tidak hanya menjadi generasi digital yang cakap dalam teknologi, tetapi juga memiliki ketangguhan mental dan komitmen kuat untuk menjaga keutuhan bangsa. Dengan demikian, program ini mempersiapkan mereka menjadi bagian dari generasi emas Indonesia yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan wawasan kebangsaan yang kokoh.
Bagi para guru dan pelajar di seluruh Indonesia, program seperti ini adalah contoh nyata bagaimana pendidikan karakter dan bela negara dapat diintegrasikan dalam pembelajaran sehari-hari. Mari kita dukung dan aktif berpartisipasi dalam program-program serupa di sekolah masing-masing, sehingga nilai-nilai kebangsaan terus hidup dan menguat di kalangan generasi muda. Bersama, kita bangun generasi yang cerdas, tangguh, dan cinta tanah air!