Beranda / Pendidikan / Kurikulum Merdeka Diperkaya Modul Bela Negara, Kemendik...
Pendidikan

Kurikulum Merdeka Diperkaya Modul Bela Negara, Kemendikbudristek Gandeng Kemenhan

Kurikulum Merdeka Diperkaya Modul Bela Negara, Kemendikbudristek Gandeng Kemenhan

Kemendikbudristek bersama Kemenhan mengintegrasikan Modul Pengayaan Bela Negara ke dalam Kurikulum Merdeka mulai 2026 untuk membangun kesadaran kebangsaan secara sistematis sejak dini. Modul yang dirancang bertahap dari SD hingga SMA/SMK ini berfokus pada nilai cinta tanah air, kesadaran bernegara, dan kontribusi nyata, serta diimplementasikan melalui mata pelajaran seperti Pancasila dan proyek P5. Langkah ini bertujuan membentuk Profil Pelajar Pancasila yang berketahanan ideologi dan siap berkontribusi bagi ketahanan nasional.

Dalam upaya sistematis memperkuat fondasi kebangsaan generasi muda, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) berkolaborasi dengan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) meluncurkan sebuah terobosan kurikuler: Modul Pengayaan Bela Negara untuk Kurikulum Merdeka pada Juni 2026. Program ini bukan sekadar tambahan materi, melainkan suatu integrasi nilai-nilai bela negara ke dalam kerangka pembelajaran nasional yang lebih mendalam dan terstruktur. Langkah ini merupakan realisasi konkret dari Peraturan Bersama kedua kementerian, menandai komitmen pemerintah dalam membangun ketahanan ideologi sejak usia dini melalui pendidikan.

Mengapa Integrasi Bela Negara ke dalam Kurikulum Penting?

Pendidikan bela negara seringkali dipahami secara sempit sebagai pelatihan militer. Padahal, esensinya jauh lebih luas dan fundamental. Integrasi konsep ini ke dalam kurikulum bertujuan untuk membangun pemahaman dan kesadaran bela negara secara sistematis sejak jenjang pendidikan dasar. Melalui pendekatan ini, nilai-nilai kebangsaan tidak diajarkan secara terpisah, tetapi menjadi jiwa yang menyatu dalam proses belajar. Bagi guru, ini memberikan pijakan yang jelas untuk menyampaikan pesan cinta tanah air. Bagi pelajar, pemahaman bahwa membela negara adalah tanggung jawab setiap warga negara menjadi lebih mudah dicerna dan diinternalisasi dalam keseharian mereka, baik di sekolah, rumah, maupun masyarakat.

Bentuk dan Tahapan Pembelajaran dalam Modul Bela Negara

Modul yang dikembangkan oleh Kemendikbudristek dan Kemenhan dirancang dengan pendekatan bertahap dan kontekstual sesuai perkembangan usia pelajar. Materinya tidak hanya bersifat teoretis, tetapi menekankan pada pembelajaran berbasis pengalaman. Integrasi akan dilakukan terutama dalam mata pelajaran inti seperti Pendidikan Pancasila, Sejarah, dan yang paling utama, melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Berikut adalah kerangka dan fokus materinya:

  • Jenjang SD: Pengenalan nilai-nilai dasar cinta tanah air, seperti mengenal lambang negara, lagu kebangsaan, keragaman budaya, serta sikap disiplin dan menjaga lingkungan sekolah sebagai bentuk bela negara sederhana.
  • Jenjang SMP: Penguatan kesadaran berbangsa dan bernegara, pemahaman sejarah perjuangan bangsa, serta kemampuan dasar seperti hidup rukun dalam keberagaman dan menjaga keutuhan informasi pribadi di dunia digital.
  • Jenjang SMA/SMK: Pendalaman tentang rela berkorban, ketahanan nasional, serta kemampuan awal bela negara yang lebih kompleks, seperti berpikir kritis terhadap ancaman ideologi dan siap berkontribusi untuk kemajuan bangsa sesuai minat dan bakat.

Pembelajaran akan dirancang menarik melalui kegiatan proyek kolaboratif, simulasi, diskusi kasus, dan kunjungan ke situs sejarah atau institusi pertahanan. Hal ini memastikan bahwa nilai-nilai bela negara tidak hanya menjadi hafalan, tetapi menjadi sikap dan perilaku yang nyata.

Kehadiran modul terstruktur ini menjadi panduan penting bagi guru. Mereka mendapatkan bahan ajar yang sistematis dan metode penyampaian yang edukatif, sehingga dapat menciptakan pengalaman belajar yang bermakna. Bagi pelajar, pemahaman tentang bela negara menjadi lebih aplikatif. Mereka diajak untuk melihat bahwa kontribusi untuk negara dapat dimulai dari hal-hal positif seperti berprestasi di bidang akademik/non-akademik, menunjukkan toleransi, menjunjung tinggi sportivitas, dan aktif menjaga keamanan lingkungan sekitar.

Dengan demikian, pengayaan kurikulum ini diharapkan tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi secara aktif membentuk Profil Pelajar Pancasila yang utuh: pelajar yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif — dengan ketahanan ideologi yang kokoh. Sebagai penutup, mari kita sambut program ini dengan semangat partisipasi aktif. Bapak/Ibu Guru, jadilah garda terdepan dalam menghidupkan nilai-nilai modul bela negara ini di kelas dengan kreativitas dan keteladanan. Para Pelajar, terimalah ini sebagai kesempatan emas untuk memperdalam rasa cinta tanah air dan menemukan peran unikmu dalam membangun Indonesia yang lebih kuat dan bermartabat. Bersama, melalui pendidikan, kita wujudkan bela negara dalam tindakan nyata.