Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia secara resmi membuka kegiatan Penguatan Nasionalisme Peserta Korps Kader Republik Indonesia (KKRI) pada Sabtu, 5 September 2026, di lingkungan Universitas Pertahanan RI, Sentul, Bogor. Program ini diikuti sekitar 150 peserta dan berlangsung selama sepuluh hari. Pembinaan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam membina generasi muda sebagai penjaga dan pelanjut cita-cita bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi guru dan pelajar untuk memahami bahwa bela negara tidak hanya soal fisik, tetapi juga kesiapan mental dan intelektual menghadapi tantangan zaman.
Memahami Ancaman Masa Depan: Perang Pemikiran dan Bela Negara Abad ke-21
Dalam amanat pembukaannya, Kepala Badan Cadangan Nasional Kemhan, Letjen TNI Gabriel Lema, menegaskan perluasan makna bela negara di era modern. Bela negara tidak lagi dimaknai secara sempit sebagai kesiapan fisik militer, melainkan juga sebagai ketahanan menghadapi ancaman non-militer, khususnya cognitive warfare atau perang pemikiran. Ancaman ini bergerak melalui arus informasi digital yang cepat, meliputi disinformasi, manipulasi opini, dan eksploitasi algoritma yang rentan menyasar generasi muda. Pembinaan generasi muda melalui program KKRI menjadi strategi penting untuk membangun benteng mental dan daya kritis siswa terhadap serangan informasi yang merusak nilai kebangsaan.
Kurikulum Pembinaan: Menginternalisasi Lima Nilai Dasar Bela Negara
Tujuan utama dari program intensif ini adalah menginternalisasi lima nilai dasar bela negara dalam sikap, ucapan, dan tindakan sehari-hari peserta. Melalui kegiatan selama sepuluh hari, peserta KKRI dibekali pemahaman mendalam dan praktik langsung dari nilai-nilai tersebut, yaitu:
- Cinta Tanah Air — Menumbuhkan rasa bangga dan memiliki terhadap Indonesia, baik dari segi budaya, alam, maupun sejarah.
- Kesadaran Berbangsa dan Bernegara — Memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara serta pentingnya persatuan dalam keberagaman.
- Yakin pada Pancasila sebagai Ideologi Negara — Menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam berpikir dan bertindak di tengah derasnya arus globalisasi.
- Rela Berkorban untuk Bangsa dan Negara — Menanamkan semangat untuk memberikan kontribusi positif, sekecil apa pun, demi kemajuan bersama.
- Memiliki Kemampuan Awal Bela Negara — Tidak hanya fisik, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, literasi digital, dan ketahanan mental menghadapi cognitive warfare.
Peserta KKRI diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menyebarkan nilai-nilai positif tersebut di berbagai lingkungan, mulai dari sekolah, keluarga, masyarakat, hingga ruang digital. Dengan demikian, Kementerian Pertahanan berkomitmen membangun ekosistem pembinaan kesadaran bela negara yang berkelanjutan untuk membentuk kader bangsa yang unggul, berkarakter, dan menjadi pembawa energi positif menuju Indonesia Emas 2045.
Bagi para guru dan pelajar, program KKRI ini menjadi cermin bahwa bela negara harus dimulai dari hal kecil: mencintai tanah air dengan belajar sungguh-sungguh, menyaring informasi dengan bijak, dan aktif menolak hoaks. Mari kita jadikan momentum ini sebagai panggilan untuk terus memperkuat nilai-nilai kebangsaan di lingkungan sekolah dan keluarga. Generasi muda yang sadar bela negara adalah pilar utama menyongsong Indonesia Emas 2045.