Beranda / Pendidikan / Kemhan Luncurkan Modul Bela Negara Percontohan untuk Se...
Pendidikan

Kemhan Luncurkan Modul Bela Negara Percontohan untuk Sekolah Menengah Atas

Kemhan Luncurkan Modul Bela Negara Percontohan untuk Sekolah Menengah Atas

Kementerian Pertahanan resmi meluncurkan Modul Bela Negara Percontohan untuk Sekolah Menengah Atas, yang disusun bertahap dari kelas X hingga XII dengan enam pilar utama. Modul ini menggunakan pembelajaran aktif, studi kasus, dan proyek pengabdian masyarakat, serta dilengkapi bimbingan teknis bagi guru. Program ini membentuk karakter disiplin, integritas, dan kepedulian sosial pada pelajar, serta disinkronkan dengan program Pramuka dan Palang Merah Remaja.

Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan) resmi meluncurkan Modul Bela Negara Percontohan untuk Sekolah Menengah Atas pada Senin, 31 Agustus 2026. Program ini merupakan langkah strategis menindaklanjuti Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional, yang mengamanatkan penguatan kesadaran bela negara sejak usia sekolah. Peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda secara terstruktur, sistematis, dan aplikatif di lingkungan pendidikan formal.

Modul ini disusun secara bertahap untuk siswa kelas X, XI, dan XII, dengan fokus pada enam pilar utama bela negara: cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, keyakinan pada Pancasila sebagai ideologi negara, kerelaan berkorban untuk bangsa, kemampuan awal bela negara, serta wawasan kebangsaan. Keenam pilar ini diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran yang menekankan partisipasi aktif, diskusi, dan pemecahan masalah kontekstual. Materi dikemas tidak sekadar teoretis, melainkan mengajak siswa berpikir kritis dan bertindak nyata.

Bentuk Pembelajaran dan Metode Penyampaian Modul Bela Negara

Kemhan merancang Modul Bela Negara ini dalam format pembelajaran aktif yang menggunakan studi kasus kontekstual, simulasi tanggap bencana, dan diskusi kelompok. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing siswa menggali nilai-nilai kebangsaan dari pengalaman sehari-hari. Sebelum modul diterapkan pada semester ganjil tahun 2026/2027, para guru di sekolah percontohan terlebih dahulu mengikuti bimbingan teknis (bimtek) selama dua hari, baik secara daring maupun luring. Bimtek ini memastikan guru memahami metode penyampaian dan penilaian karakter agar capaian pembelajaran sesuai target. Setiap sekolah percontohan menerima perangkat lengkap, meliputi: buku pegangan guru dan siswa, video pembelajaran, serta instrumen penilaian karakter yang terstandarisasi.

  • Buku pegangan guru berisi panduan langkah demi langkah penyampaian materi dan kegiatan refleksi.
  • Video pembelajaran menampilkan contoh nyata penerapan nilai bela negara di lingkungan sekolah dan masyarakat.
  • Instrumen penilaian karakter mencakup indikator disiplin, integritas, dan kepedulian sosial yang diukur melalui observasi dan portofolio.

Evaluasi akhir program berupa proyek pengabdian masyarakat yang menggabungkan unsur kebangsaan dan kemanusiaan. Proyek ini menjadi bukti nyata bahwa siswa tidak hanya menghafal teori, tetapi mampu mengaktualisasikan nilai bela negara dalam tindakan seperti membantu korban bencana, menjaga kebersihan lingkungan, atau kegiatan sosial lainnya.

Manfaat bagi Guru dan Pelajar dalam Kurikulum Sekolah Menengah

Program ini memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter siswa. Dengan mengikuti modul bela negara, pelajar diharapkan memiliki sikap disiplin, integritas, dan kepedulian sosial yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik menyatakan bahwa modul ini akan disinkronkan dengan program Pramuka dan Palang Merah Remaja. Langkah ini memperkuat implementasi nilai-nilai bela negara secara praktis, sehingga tidak terisolasi dalam satu mata pelajaran saja, melainkan menjadi bagian dari budaya sekolah.

Bagi guru, program ini menyediakan kerangka kerja yang jelas untuk mengajarkan nilai-nilai kebangsaan secara sistematis sesuai kurikulum. Dengan bimbingan teknis yang telah diberikan, guru dapat mengintegrasikan materi ke dalam rencana pembelajaran harian dan mengevaluasi perkembangan karakter siswa secara berkelanjutan. Modul ini menjadi alat bantu yang efektif dalam mewujudkan pendidikan karakter yang holistik sesuai amanat Undang-Undang.

Sebagai penutup, mari kita jadikan program ini sebagai momentum untuk bersama-sama menanamkan rasa cinta tanah air, kesadaran berbangsa, dan semangat bela negara kepada generasi muda. Kepada para guru, mari manfaatkan modul ini sebagai panduan dalam membentuk karakter tangguh dan berintegritas. Kepada para pelajar, aktiflah berdiskusi, berlatih, dan terlibat dalam proyek-proyek kemanusiaan. Karena bela negara bukan hanya tugas militer, melainkan tanggung jawab kita semua demi Indonesia yang lebih kuat dan bersatu.

Organisasi Kementerian Pertahanan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Pramuka, Palang Merah Remaja