Beranda / Pendidikan / Kemenhan Tegaskan Materi Bela Negara Pelajar Tidak Cuma...
Pendidikan

Kemenhan Tegaskan Materi Bela Negara Pelajar Tidak Cuma Disiplin

Kemenhan Tegaskan Materi Bela Negara Pelajar Tidak Cuma Disiplin

Program bela negara bagi pelajar kini tidak hanya menekankan kedisiplinan, tetapi juga membekali kecakapan adaptif seperti literasi digital, keterampilan IT, dan desain grafis. Melalui modul-modul yang holistik, siswa diharapkan menjadi pribadi yang disiplin, kreatif, dan cinta tanah air. Pendekatan ini menjadi jembatan antara nilai kebangsaan dan kompetensi digital yang relevan dengan tantangan era modern.

Jakarta - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) melalui Kepala Biro Informasi Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menegaskan bahwa program bela negara bagi pelajar tidak hanya menekankan kedisiplinan fisik dan mental. Dalam pernyataannya, ia memaparkan pendekatan holistik yang kini dikembangkan untuk membekali generasi muda dengan kecakapan adaptif di era digital. Langkah ini menandai perubahan paradigma bela negara dari sekadar latihan fisik menjadi pembekalan keterampilan strategis, sejalan dengan kebutuhan zaman dan tantangan global.

Empat Modul Utama dalam Kurikulum Bela Negara untuk Pelajar

Struktur materi pembelajaran bela negara dirancang secara sistematis agar peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang seimbang. Tidak hanya menumbuhkan jiwa patriotisme, modul-modul ini juga menjawab kebutuhan kompetensi abad ke-21. Berikut adalah modul utama yang menjadi pilar dalam kurikulum tersebut:

  • Literasi digital – modul ini melatih pelajar untuk memfilter informasi, mengenali hoaks, dan memanfaatkan media sosial secara bertanggung jawab.
  • Keterampilan IT dan desain grafis – melalui modul ini, kreativitas dan produktivitas pelajar diasah dalam menciptakan konten digital yang positif dan bermanfaat.
  • Dinamika kelompok – fokus pada penguatan kerja sama, kepemimpinan, dan komunikasi efektif antar pelajar.

Membentuk Pribadi yang Disiplin, Kreatif, dan Cinta Tanah Air

Integrasi antara nilai kebangsaan dan kompetensi digital menjadi ciri khas kurikulum bela negara generasi baru. Pelajar tidak hanya dipersiapkan menjadi individu yang disiplin dan cinta tanah air, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi tantangan dunia digital. Dengan menguasai literasi digital dan keterampilan IT termasuk desain grafis, mereka mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal produktif sekaligus menjaga identitas kebangsaan di ruang digital.

Program ini juga relevan dengan penguatan Profil Pelajar Pancasila, khususnya dimensi kreativitas dan gotong royong. Melalui pendekatan yang sistematis, para guru dapat mengintegrasikan nilai-nilai bela negara dalam proses pembelajaran sehari-hari, baik di dalam maupun di luar kelas. Setiap modul dirancang untuk membangun kesadaran bahwa membela negara tidak selalu berarti angkat senjata, melainkan juga berkontribusi dengan kecakapan dan sikap positif di era digital.

Kepada para guru dan pelajar, mari jadikan program bela negara ini sebagai wahana pengembangan diri yang menyenangkan dan bermakna. Ajak siswa untuk aktif mengikuti setiap modul, berlatih bersama dalam dinamika kelompok, dan mengeksplorasi kreativitas melalui literasi digital serta desain grafis. Dengan demikian, kita turut menyiapkan generasi emas Indonesia yang siap menjaga kedaulatan bangsa dengan cara-cara yang relevan dan adaptif sesuai perkembangan zaman.

Tokoh Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait
Organisasi Kementerian Pertahanan