Beranda / Pendidikan / Kemendikdasmen Luncurkan Modul Bela Negara untuk Kuriku...
Pendidikan

Kemendikdasmen Luncurkan Modul Bela Negara untuk Kurikulum Merdeka Fase F

Kemendikdasmen Luncurkan Modul Bela Negara untuk Kurikulum Merdeka Fase F

Kemendikdasmen meluncurkan modul ajar Bela Negara untuk Kurikulum Merdeka Fase F (kelas XI-XII SMA/SMK) sebagai panduan guru mengintegrasikan nilai kebangsaan ke dalam pembelajaran. Modul ini bertujuan membentuk karakter cinta tanah air, kesadaran ancaman, dan partisipasi aktif siswa, serta dilengkapi penilaian berbasis proyek yang kontekstual. Manfaatnya bagi pelajar meliputi pengembangan sikap disiplin, tanggung jawab, dan gotong royong sebagai fondasi bela negara modern.

Pada tanggal 30 September 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan modul ajar bela negara untuk Kurikulum Merdeka pada jenjang Fase F, yang mencakup kelas XI dan XII SMA/SMK. Modul ini dirancang sebagai panduan bagi guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan ke dalam mata pelajaran PPKn dan kegiatan ekstrakurikuler, sekaligus menjadi bagian dari upaya strategis memperkuat karakter generasi muda Indonesia. Dengan pendekatan sistematis dan kontekstual, modul ajar ini diharapkan mampu membekali pelajar dengan kesadaran akan peran mereka dalam menjaga keutuhan bangsa di era modern.

Tujuan Pembelajaran Modul Bela Negara: Membentuk Pelajar Berkarakter Kebangsaan

Modul ini menetapkan tujuan pembelajaran yang terstruktur untuk membentuk karakter pelajar yang memiliki rasa cinta tanah air, sadar akan ancaman terhadap keutuhan bangsa, serta mampu berperan aktif dalam pertahanan dan keamanan negara sesuai dengan perannya masing-masing. Berikut rincian tujuan pembelajaran yang termuat dalam modul:

  • Menumbuhkan sikap cinta tanah air melalui pemahaman sejarah perjuangan kemerdekaan dan wawasan kebangsaan.
  • Mengembangkan kesadaran terhadap berbagai ancaman, baik militer maupun nonmiliter, seperti disinformasi dan bencana alam.
  • Membekali pelajar dengan kemampuan simulasi kontribusi warga negara dalam menghadapi ancaman nonmiliter.
  • Mendorong sikap disiplin, tanggung jawab, dan gotong royong sebagai fondasi semangat bela negara di era modern.

Selain itu, materi modul mencakup pengertian bela negara, sejarah perjuangan kemerdekaan, wawasan kebangsaan, serta simulasi praktis yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Pelajar diajak untuk memahami bahwa bela negara tidak hanya identik dengan angkat senjata, tetapi juga meliputi partisipasi aktif dalam menjaga persatuan, menangkal hoaks, dan membantu penanggulangan bencana.

Manfaat bagi Pelajar dan Guru: Membangun Semangat Gotong Royong dan Tanggung Jawab

Bagi pelajar, modul ini memberikan manfaat nyata dalam menumbuhkan karakter positif seperti disiplin, tanggung jawab, dan gotong royong. Melalui pendekatan berbasis proyek, pelajar dapat belajar secara langsung bagaimana menerapkan nilai-nilai kebangsaan dalam konteks lokal, misalnya melalui kegiatan bakti sosial, kampanye anti-hoaks, atau simulasi mitigasi bencana. Sementara itu, guru mendapatkan panduan penilaian berbasis proyek yang relevan dengan Kurikulum Merdeka, sehingga proses evaluasi menjadi lebih autentik dan bermakna. Guru juga dapat menyesuaikan materi dengan kondisi dan potensi daerah masing-masing, menjadikan modul ajar ini fleksibel dan kontekstual.

Sebagai penutup, marilah kita semua — para guru dan pelajar — menyambut baik kehadiran modul ini sebagai sarana memperkuat rasa cinta tanah air dan semangat bela negara. Guru dapat memanfaatkan modul ini untuk merancang pembelajaran yang interaktif dan inspiratif, sementara pelajar diharapkan aktif berpartisipasi dalam setiap aktivitas yang mengasah kepedulian terhadap bangsa. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan dalam keseharian, kita bersama-sama membangun generasi yang tangguh, berkarakter, dan siap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Organisasi Kemendikdasmen