Beranda / Guru & Pelajar / Kemendikbud Gandeng TNI AD Gelar Pelatihan Bela Negara...
Guru & Pelajar

Kemendikbud Gandeng TNI AD Gelar Pelatihan Bela Negara bagi Guru di Jawa Tengah

Kemendikbud Gandeng TNI AD Gelar Pelatihan Bela Negara bagi Guru di Jawa Tengah

Kemendikbudristek bersama TNI AD menyelenggarakan pelatihan bela negara bagi guru-guru di Jawa Tengah untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam mengajarkan nilai-nilai kebangsaan. Program ini menggabungkan materi konseptual dan keterampilan praktis, bertujuan mentransformasi pembelajaran di kelas menjadi lebih hidup dan kontekstual. Dampaknya, siswa diharapkan memahami bahwa bela negara mencakup ketahanan sosial, ekonomi, dan budaya yang dapat mereka wujudkan melalui kontribusi positif di lingkungan masing-masing.

Guru-guru di Jawa Tengah mengikuti pelatihan bela negara yang digelar oleh Kemendikbudristek bersama TNI AD. Program strategis ini bertujuan membekali pendidik dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada siswa secara lebih sistematis dan menarik. Dalam konteks kurikulum yang terus berkembang, guru berperan sebagai garda terdepan dalam membangun kesadaran bela negara generasi muda — bukan sekadar melalui teori, tetapi melalui praktik pembelajaran yang kontekstual dan bermakna.

Membangun Kompetensi Guru sebagai Agen Bela Negara

Pelatihan ini dirancang dengan pendekatan edukatif yang sistematis, menyasar ratusan guru dari berbagai jenjang. Fokus utamanya adalah meningkatkan kompetensi guru dalam menginternalisasi dan mengajarkan nilai-nilai bela negara. Program tidak hanya memberikan materi konseptual, tetapi juga membekali guru dengan keterampilan praktis agar dapat mentransformasi ruang kelas menjadi ruang dialog kebangsaan yang hidup. Beberapa tujuan pembelajaran yang ingin dicapai melalui pelatihan ini meliputi:

  • Memperdalam pemahaman guru tentang sejarah perjuangan bangsa dan geopolitik Indonesia
  • Memperkuat penguasaan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi bela negara
  • Mengembangkan strategi mengajar bela negara yang menarik dan sesuai dengan karakter siswa
  • Melatih keterampilan praktis seperti outbound kebangsaan dan simulasi kepemimpinan

Transformasi Pembelajaran: Dari Konsep ke Aplikasi di Kelas

Dengan bekal dari pelatihan ini, guru diharapkan mampu merancang aktivitas pembelajaran yang lebih kontekstual. Bela negara tidak lagi dipahami semata sebagai pertahanan militer, tetapi sebagai bentuk ketahanan sosial, ekonomi, dan budaya yang dapat diwujudkan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Guru dapat mengintegrasikan materi bela negara ke dalam berbagai mata pelajaran, menggunakan metode yang variatif — dari diskusi, proyek kolaborasi, hingga simulasi situasi kebangsaan.

Kolaborasi dengan TNI AD dalam program ini memberi dimensi baru: pendekatan yang disiplin namun adaptif. Praktisi dari TNI berbagi pengalaman lapangan sekaligus perspektif tentang ancaman non-militer, seperti disinformasi atau erosi nilai kebangsaan. Hal ini memperkaya wawasan guru sehingga mereka dapat menyajikan materi bela negara secara lebih komprehensif — mencakup aspek pertahanan, ketahanan, dan kontribusi positif warga negara.

Program ini juga sejalan dengan penguatan Profil Pelajar Pancasila, khususnya dimensi Bernalar Kritis dan Berkebinekaan Global. Guru yang telah mengikuti pelatihan diharapkan dapat mendorong siswa untuk tidak hanya memahami hak dan kewajiban bela negara, tetapi juga menerapkannya melalui aksi nyata — seperti menjaga kerukunan, mencintai produk lokal, atau aktif dalam kegiatan sosial.

Bagi para guru dan pelajar, mari bersama-sama mengaktualisasikan semangat bela negara dalam setiap kesempatan belajar. Guru dapat memulai dengan merancang pembelajaran yang mengajak siswa merefleksikan kontribusi mereka bagi negeri. Pelajar dapat mengambil peran dengan aktif berdiskusi, menjalankan proyek kebangsaan, dan menjadi teladan dalam mencintai tanah air melalui tindakan sehari-hari. Bela negara adalah tanggung jawab kita semua — dimulai dari ruang kelas, dikembangkan dalam komunitas, dan diwujudkan untuk kejayaan Indonesia.