Dalam rangka menanamkan kesadaran bela negara sejak usia dini, Kwartir Cabang Pramuka Surabaya menggelar Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) untuk golongan Siaga pada 14 September 2026 di Taman Prestasi. Mengusung tema 'Siaga Bencana', kegiatan ini menyasar anak-anak berusia 7–10 tahun dan menjadi bagian dari Kurikulum Bela Negara yang menekankan kesiapsiagaan menghadapi ancaman non-militer. Melalui pendekatan bermain sambil belajar, para peserta diajak mengenali tanda-tanda banjir, gempa bumi, dan kebakaran — keterampilan dasar yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari di kota besar seperti Surabaya.
Pembelajaran Mitigasi Bencana Melalui Permainan Edukatif
Materi mitigasi bencana tidak disampaikan secara teoritis, melainkan dikemas dalam permainan interaktif dan menyenangkan. Beberapa aktivitas yang dilakukan antara lain:
- Puzzle rute evakuasi — anak-anak menyusun potongan gambar jalur evakuasi yang benar, melatih kemampuan membaca peta sederhana dan memahami jalur aman saat bencana.
- Lomba membuat tandu darurat — menggunakan bahan sederhana seperti bambu dan tali, para Siaga belajar teknik pertolongan pertama dan kerja sama tim.
- Simulasi penanganan bencana — bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya, anak-anak mendapat pengalaman langsung merespons situasi darurat seperti gempa dan banjir.
Setiap permainan dirancang untuk mencapai tujuan pembelajaran spesifik: membentuk sikap tanggap, cekatan, dan berani menghadapi darurat. Ini sejalan dengan kompetensi inti dalam Kurikulum Bela Negara, yaitu mengembangkan kepribadian yang sigap dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
Nilai-Nilai Kebangsaan yang Dipelajari Siaga Pramuka
Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis mitigasi bencana, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi bela negara. Melalui aktivitas kelompok, anak-anak belajar:
- Gotong royong — saat membuat tandu darurat, mereka harus bekerja sama dan saling membantu.
- Kepedulian sosial — memahami bahwa keselamatan diri terkait dengan keselamatan orang lain.
- Keberanian dan ketangguhan — dilatih untuk tidak panik dan mampu mengambil keputusan sederhana dalam tekanan.
Pembina pramuka berharap kegiatan serupa menjadi agenda rutin di setiap gugus depan di Surabaya. Dengan demikian, generasi muda akan tumbuh menjadi agen mitigasi bencana yang tangguh di lingkungan masing-masing. Keterlibatan BPBD Surabaya memberi nilai tambah karena memberikan simulasi realistis yang sesuai prosedur penanganan bencana nasional.
Sebagai pendidik dan pelajar, mari kita jadikan kegiatan pramuka sebagai wahana menanamkan kesadaran bela negara sejak dini. Mitigasi bencana bukan hanya teori, melainkan aksi nyata yang dimulai dari langkah kecil — seperti belajar melalui puzzle rute evakuasi atau lomba tandu darurat. Dengan aktif berpartisipasi dalam program sekolah dan kepramukaan, kita semua dapat menjadi bagian dari upaya membangun bangsa yang tangguh dan cinta tanah air.