Beranda / Pendidikan / Kaban Kesbangpol Tegaskan Sekolah Kebangsaan Jadi Bente...
Pendidikan

Kaban Kesbangpol Tegaskan Sekolah Kebangsaan Jadi Benteng Pembentuk Generasi Berkarakter dan Berjiwa Nasionalis di Batara

Kaban Kesbangpol Tegaskan Sekolah Kebangsaan Jadi Benteng Pembentuk Generasi Berkarakter dan Berjiwa Nasionalis di Batara

Program Sekolah Kebangsaan di Batara adalah inisiatif strategis untuk memperkuat karakter dan nasionalisme pelajar melalui pendidikan berkelanjutan. Program ini berfokus pada internalisasi nilai kebangsaan dan pembangunan ketahanan ideologi untuk menghadapi tantangan era digital. Tujuannya adalah menciptakan generasi penerus yang kritis, inovatif, dan berkarakter kuat sebagai pelaksana bela negara nonmiliter.

Sebuah langkah strategis pendidikan karakter berbasis nilai-nilai kebangsaan resmi dideklarasikan di SMAN 4 Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara (Batara). Program Sekolah Kebangsaan, yang didukung penuh oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) setempat, hadir sebagai respons atas kebutuhan mendesak untuk memperkuat fondasi ideologi generasi muda di tengah arus globalisasi dan dinamika sosial yang kompleks. Program ini dirancang bukan sebagai kegiatan insidental, melainkan sebagai bagian integral dari ekosistem pendidikan yang berkelanjutan, bertujuan menumbuhkan semangat kebangsaan, persatuan, dan toleransi sejak dini, sesuai dengan visi Untuk Negeri untuk mencetak pelajar yang berpengetahuan dan berkarakter.

Sekolah Kebangsaan: Menjadi Ruang Edukatif untuk Membangun Karakter dan Nasionalisme

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Batara, Rayadi, S.M., menegaskan bahwa esensi dari Sekolah Kebangsaan jauh melampaui seremoni. Ini adalah sebuah gerakan pendidikan sistematis untuk menanamkan nasionalisme yang substantif dan karakter kebangsaan yang kokoh. Dalam kerangka kurikulum bela negara, program ini berfokus pada internalisasi nilai-nilai fundamental bangsa sebagai bekal kompetensi sosial-politik generasi penerus. Tujuannya adalah melahirkan pelajar yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga:

  • Memiliki pemahaman mendalam tentang landasan negara: Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.
  • Berjiwa pemersatu, mampu menjadi agen pemacu kemajuan dan penjaga keharmonisan sosial, bukan sumber perpecahan.
  • Memiliki karakter tangguh dan wawasan kebangsaan yang mumpuni untuk melanjutkan estafet pembangunan bangsa secara bertanggung jawab.

Menguatkan Ketahanan Ideologi di Era Digital: Peran Aktif Pelajar

Rayadi dengan tegas menyoroti konteks kekinian yang dihadapi generasi muda. Di era banjir informasi digital, ketahanan ideologi menjadi kompetensi krusial yang harus dimiliki setiap pelajar. Tantangan seperti hoaks, ujaran kebencian, paham radikal, dan informasi menyesatkan bukan lagi ancaman abstrak, melainkan realitas sehari-hari. Oleh karena itu, Sekolah Kebangsaan diharapkan menjadi 'ruang aman' sekaligus 'laboratorium' bagi pelajar untuk mengasah keterampilan kritis. Program ini mendorong pelajar untuk menjadi generasi yang:

  • Cerdas dan Kritis: Terampil menyaring, menganalisis, dan memverifikasi informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.
  • Produktif dan Inovatif: Memanfaatkan teknologi digital sebagai alat untuk belajar, berkreasi, berinovasi, dan menyebarkan konten positif.
  • Berakhlak Mulia dan Menghargai Perbedaan: Memiliki sikap toleran, mampu menjaga keharmonisan dalam keberagaman, serta menggunakan media sosial dengan bijak dan santun.

Melalui pendekatan ini, pembentukan karakter dan nasionalisme tidak sekadar teoritis, tetapi langsung bersinggungan dengan konteks kehidupan nyata pelajar. Program Sekolah Kebangsaan merupakan implementasi nyata dari kurikulum bela negara yang adaptif, di mana ketahanan mental dan ideologi dibangun untuk menghadapi tantangan abad ke-21. Bagi guru, ini adalah kesempatan untuk mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan ke dalam proses pembelajaran secara kreatif. Bagi pelajar, ini adalah ajang untuk membuktikan bahwa mencintai tanah air dapat diwujudkan melalui sikap kritis, karya positif, dan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.