Beranda / Guru & Pelajar / Guru Pelajaran Bela Negara Dapat Pelatihan Khusus
Guru & Pelajar

Guru Pelajaran Bela Negara Dapat Pelatihan Khusus

Guru Pelajaran Bela Negara Dapat Pelatihan Khusus

Program Pelatihan Guru Bela Negara resmi diluncurkan pada 6 Oktober 2026, diikuti oleh 750 guru dari seluruh Indonesia. Pelatihan ini membekali pendidik dengan empat modul sistematis untuk mengajarkan wawasan kebangsaan dan praktik baris-berbaris, sehingga mata pelajaran Bela Negara tidak hanya teori tetapi juga membangkitkan nasionalisme. Setelah pelatihan, guru diwajibkan mengajar dua jam per minggu, memperkuat Pendidikan Karakter di sekolah-sekolah dari tingkat SD hingga SMA.

Pada 6 Oktober 2026, Kementerian Pertahanan bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi meluncurkan Program Pelatihan Guru Bela Negara. Sebanyak 750 guru dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti program ini secara luring dan daring. Tujuan utama dari Pelatihan Guru ini adalah membekali para pendidik dengan kompetensi untuk mengajarkan wawasan kebangsaan dan simulasi praktik baris-berbaris secara efektif. Dengan demikian, mata pelajaran Bela Negara tidak lagi hanya menjadi teori di kelas, melainkan mampu membangkitkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air di kalangan pelajar. Ini adalah langkah konkret dalam mengintegrasikan Pendidikan Karakter ke dalam kurikulum nasional.

Modul Pelatihan: Membangun Kompetensi Guru Bela Negara

Kurikulum pelatihan disusun secara sistematis dalam empat modul utama. Keempat modul ini dirancang untuk memperkuat kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian guru dalam mengampu mata pelajaran Bela Negara. Materi yang diberikan mencakup:

  • Konsep bela negara: Menanamkan pemahaman tentang hak dan kewajiban warga negara dalam konteks pertahanan negara.
  • Metode pengajaran interaktif: Mendorong keaktifan siswa melalui pembelajaran berbasis proyek dan diskusi kelompok.
  • Evaluasi sikap dan keterampilan: Menilai perkembangan karakter seperti kedisiplinan, gotong royong, dan semangat kebangsaan.
  • Integrasi ekstrakurikuler: Menyelaraskan nilai bela negara dengan kegiatan pramuka, Paskibra, dan kegiatan sosial lainnya.

Setiap modul juga dilengkapi contoh rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang selaras dengan Kurikulum Merdeka. Dengan panduan ini, para pendidik tidak hanya menerima teori, tetapi juga praktik nyata yang dapat langsung diterapkan di kelas. Pendekatan ini memastikan pembelajaran Bela Negara berjalan efektif dan menyenangkan, sehingga siswa diajak untuk menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Penerapan di Sekolah: Dua Jam Setiap Minggu untuk Pendidikan Karakter

Setelah mengikuti pelatihan, para guru diwajibkan mengajar mata pelajaran Bela Negara minimal dua jam per minggu di sekolah masing-masing. Langkah ini merupakan wujud nyata integrasi Pendidikan Karakter dalam kurikulum. Guru berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan siswa untuk menghayati makna bela negara melalui disiplin, kerja sama, dan cinta terhadap produk dalam negeri. Program Pelatihan Guru ini direncanakan berlangsung secara rutin setiap tahun, menyasar guru di jenjang SD, SMP, dan SMA. Dengan persiapan yang matang, para pendidik dapat mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan ke dalam proses pembelajaran secara kreatif. Kolaborasi antara Kementerian Pertahanan dan Kemendikdasmen menjadi bukti bahwa pembangunan karakter generasi muda adalah prioritas bersama. Mulai dari pendidikan dasar hingga menengah, nilai-nilai kebangsaan ditanamkan secara bertahap agar menjadi fondasi karakter yang kuat.

Mari kita dukung langkah ini dengan semangat gotong royong. Bagi para guru dan pelajar, inilah momentum untuk berpartisipasi aktif dalam program bela negara, baik di dalam maupun di luar kelas. Dengan menerapkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, kita turut membangun generasi yang cinta tanah air dan siap membela negara. Jadikan setiap momen belajar sebagai kesempatan untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

Organisasi Kementerian Pertahanan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah