Beranda / Guru & Pelajar / Guru dan Pelajar di Jawa Timur Gelar Aksi Bersih Sungai...
Guru & Pelajar

Guru dan Pelajar di Jawa Timur Gelar Aksi Bersih Sungai sebagai Wujud Bela Negara

Guru dan Pelajar di Jawa Timur Gelar Aksi Bersih Sungai sebagai Wujud Bela Negara

Program Bela Negara Berbasis Lingkungan yang digagas Dinas Pendidikan Jawa Timur mengajak ratusan guru dan pelajar di Malang serta Surabaya membersihkan Kali Brantas. Kegiatan ini memadukan aksi fisik seperti bersih sampah, menanam pohon, dan membuat biopori dengan edukasi bahwa menjaga lingkungan adalah wujud bela negara non-militer. Dengan dukungan TNI dan komunitas lingkungan, program ini menjadi contoh nyata pendidikan karakter yang memperkuat ketahanan nasional.

Dinas Pendidikan Jawa Timur kembali menegaskan bahwa bela negara tidak selalu identik dengan angkat senjata. Salah satu buktinya adalah program Bela Negara Berbasis Lingkungan yang baru saja digelar di bantaran Kali Brantas. Dalam program ini, ratusan guru dan pelajar dari Kabupaten Malang dan Surabaya turun langsung melakukan aksi bersih sungai sebagai wujud nyata kecintaan terhadap tanah air. Kegiatan ini dirancang untuk menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah bagian penting dari ketahanan nasional, sekaligus menjadi pembelajaran kontekstual bagi dunia pendidikan.

Mengapa Aksi Bersih Sungai Menjadi Bagian dari Bela Negara?

Dalam kurikulum pendidikan kebangsaan, bela negara memiliki dimensi non-militer yang sering kali kurang tergali. Padahal, kerusakan lingkungan seperti pencemaran sungai dapat melemahkan ketersediaan air bersih, mengganggu sektor pertanian, dan menurunkan kualitas hidup masyarakat. Ketika sumber daya alam rusak, ketahanan nasional ikut terancam. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan Jawa Timur mengintegrasikan nilai-nilai bela negara ke dalam aksi nyata berupa pembersihan sampah plastik, penanaman pohon di tepi sungai, serta pembuatan biopori untuk menjaga resapan air.

Kegiatan ini tidak hanya berhenti pada aksi fisik, tetapi juga dilengkapi dengan sesi edukasi. Para pelajar diajarkan bahwa menjaga lingkungan adalah salah satu bentuk bela negara non-militer yang dapat dilakukan oleh siapa saja, tanpa memandang usia. Materi ini dikaitkan langsung dengan ancaman nyata seperti banjir, kekeringan, dan pencemaran yang dapat mengganggu stabilitas sosial dan ekonomi. Dengan pendekatan ini, pelajar diajak berpikir kritis tentang bagaimana peran kecil mereka berdampak besar bagi bangsa.

Tujuan Pembelajaran yang Ingin Dicapai

Melalui program ini, para guru dan pelajar diharapkan mencapai beberapa kompetensi kebangsaan sekaligus kecakapan hidup, antara lain:

  • Memahami konsep bela negara non-militer dan relevansinya dengan kehidupan sehari-hari.
  • Mengidentifikasi bentuk-bentuk kerusakan lingkungan yang dapat melemahkan ketahanan nasional.
  • Menerapkan kepedulian terhadap lingkungan melalui tindakan nyata seperti membersihkan sungai dan menanam pohon.
  • Menumbuhkan gotong royong dan kerja sama antarguru, pelajar, TNI, serta komunitas pecinta lingkungan.

Sinergi Pendidikan, TNI, dan Komunitas Lingkungan

Keberhasilan aksi bersih sungai ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. TNI turut hadir membantu mengoordinasikan peserta dan memberikan pendampingan selama kegiatan berlangsung. Sementara itu, komunitas pecinta lingkungan berbagi pengetahuan tentang teknik pembuatan biopori dan pentingnya menjaga ekosistem sungai. Sinergi ini menjadi contoh nyata bahwa pendidikan bela negara tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar nilai-nilai kebangsaan tertanam kuat dalam diri generasi muda.

Bagi para guru, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang dapat direplikasi di daerah masing-masing. Alih-alih hanya berceramah di kelas, guru dapat mengajak siswa untuk turun ke lapangan dan merasakan langsung dampak positif dari aksi sosial. Hal ini sejalan dengan pendekatan pendidikan karakter yang menekankan pengalaman langsung sebagai media belajar yang efektif.

Ke depan, program Bela Negara Berbasis Lingkungan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Indonesia. Setiap sungai yang bersih, setiap pohon yang ditanam, dan setiap biopori yang dibuat adalah wujud nyata cinta tanah air. Dengan membiasakan diri menjaga lingkungan, para pelajar telah berkontribusi menjaga kekayaan alam Indonesia untuk generasi mendatang.

Sebagai generasi penerus bangsa, guru dan pelajar memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan nasional. Mari jadikan setiap momen pembelajaran sebagai kesempatan untuk menanamkan nilai bela negara. Tidak perlu menunggu perintah, mulai dari hal kecil di sekitar kita, seperti tidak membuang sampah sembarangan, merawat taman sekolah, atau mengikuti aksi bersih sungai di wilayah masing-masing. Dengan begitu, kita semua telah menjadi pahlawan lingkungan yang memperkuat Indonesia dari akar rumput.

Organisasi Dinas Pendidikan Jawa Timur, TNI