Beranda / Guru & Pelajar / Forum Guru Nusantara: Pembelajaran Sejarah Kebangsaan H...
Guru & Pelajar

Forum Guru Nusantara: Pembelajaran Sejarah Kebangsaan Harus Kontekstual dan Interaktif

Forum Guru Nusantara: Pembelajaran Sejarah Kebangsaan Harus Kontekstual dan Interaktif

Forum Guru Nusantara (FGN) menggelar seminar nasional untuk mendorong pembelajaran sejarah kebangsaan yang kontekstual dan interaktif, agar siswa tidak sekadar menghafal tetapi memahami makna perjuangan. Inovasi seperti augmented reality, drama sejarah, dan modul terkait isu kekinian diperkenalkan untuk membangkitkan rasa cinta tanah air. Hasil seminar berupa 10 rekomendasi, termasuk laboratorium VR dan roadshow ke daerah 3T.

Pada 21 Agustus 2026, Forum Guru Nusantara (FGN) yang beranggotakan guru-guru PPKn dan Sejarah dari seluruh Indonesia menggelar seminar nasional di Bandung. Mengusung tema “Reaktualisasi Sejarah Kebangsaan dalam Kurikulum Merdeka: Dari Teks ke Konteks”, forum guru ini menjadi wadah diskusi strategis tentang pentingnya pendekatan kontekstual dan interaktif dalam pembelajaran sejarah. Para peserta sepakat bahwa pembelajaran sejarah kebangsaan tidak cukup hanya dengan menghafal tanggal dan nama tokoh, melainkan harus mampu menghubungkan peristiwa masa lalu dengan realitas kekinian agar nilai-nilai bela negara benar-benar membentuk karakter generasi muda.

Mengapa Pembelajaran Sejarah Kebangsaan Harus Kontekstual dan Interaktif?

Selama ini, banyak siswa menganggap sejarah sebagai mata pelajaran yang membosankan karena penyajiannya yang monoton dan berpusat pada hafalan. Padahal, semangat bela negara lahir dari pemahaman mendalam terhadap perjuangan bangsa. Dengan pendekatan kontekstual, guru dapat mengaitkan peristiwa sejarah—seperti Proklamasi Kemerdekaan atau Pertempuran Surabaya—dengan isu-isu kontemporer seperti melawan hoaks, radikalisme, dan menjaga persatuan di era digital. Sementara itu, metode interaktif memungkinkan siswa menjadi subjek aktif, bukan sekadar pendengar pasif. Inilah yang mendorong FGN untuk memperkenalkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan Kurikulum Merdeka.

Dalam seminar tersebut, para peserta memperkenalkan berbagai inovasi metode pembelajaran yang telah diujicobakan di kelas masing-masing. Beberapa di antaranya adalah:

  • Penggunaan augmented reality untuk simulasi peristiwa proklamasi, sehingga siswa dapat merasakan suasana tahun 1945 secara visual dan emosional.
  • Pembuatan drama sejarah sebagai studi kasus, di mana siswa memerankan tokoh-tokoh perjuangan dan mendiskusikan dilema yang mereka hadapi.
  • Penyusunan modul panduan yang mengaitkan peristiwa sejarah dengan kondisi terkini, misalnya menghubungkan semangat mempertahankan kemerdekaan dengan upaya menjaga kedaulatan informasi dan menangkal hoaks.

Selain itu, digelar workshop pembuatan media pembelajaran menggunakan aplikasi digital yang mudah diakses, seperti Canva, Quizizz, dan video interaktif. Semua ini bertujuan agar pembelajaran sejarah menjadi lebih hidup dan mampu membangkitkan rasa cinta tanah air secara mendalam.

Rekomendasi dan Langkah Nyata untuk Guru di Seluruh Indonesia

Seminar ini menghasilkan 10 rekomendasi yang akan disampaikan kepada Kemendikbudristek. Salah satu yang paling menonjol adalah penyediaan laboratorium sejarah berbasis virtual reality di sekolah-sekolah prioritas. Langkah ini dinilai penting agar siswa di daerah perkotaan maupun terpencil bisa mendapatkan pengalaman belajar sejarah yang imersif. FGN juga berencana melakukan roadshow pelatihan ke daerah 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal) agar guru sejarah di sana dapat mengadopsi metode interaktif dan kontekstual sesuai dengan kondisi lokal.

Melalui inisiatif ini, forum guru FGN menunjukkan komitmen nyata untuk merevitalisasi pembelajaran sejarah kebangsaan. Bagi para guru, mari terus berinovasi dan menjadikan setiap peristiwa sejarah sebagai jendela untuk menanamkan nilai-nilai bela negara. Bagi para pelajar, jadilah generasi yang tidak hanya tahu masa lalu, tetapi juga mampu mengambil pelajaran untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih tangguh. Dengan pemahaman sejarah yang kontekstual dan interaktif, semangat cinta tanah air akan tumbuh subur di hati setiap anak bangsa.

Organisasi Forum Guru Nusantara, Kemendikbudristek