Festival Bela Nusa 2026 yang digelar di Surabaya menjadi momentum penting dalam mengimplementasikan nilai-nilai bela negara di kalangan generasi muda. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 8 hingga 10 Oktober 2026 di Balai Pemuda Surabaya, ini menyajikan perpaduan antara kompetisi dan edukasi. Diselenggarakan sebagai bagian dari kurikulum kebangsaan, festival ini mengajak pelajar SMA dan mahasiswa dari seluruh Jawa Timur untuk turut serta dalam berbagai lomba dan seminar yang dirancang untuk menanamkan semangat cinta tanah air serta kesadaran akan pentingnya bela negara.
Integrasi Nilai Bela Negara Melalui Kompetisi dan Edukasi
Festival Bela Nusa 2026 tidak sekadar ajang perlombaan, melainkan wahana pembelajaran yang sistematis. Berbagai kegiatan dirancang untuk mengasah wawasan kebangsaan dan keterampilan bertahan hidup. Melalui pendekatan yang kreatif dan aplikatif, festival ini menjadi contoh nyata bagaimana kurikulum bela negara dapat diimplementasikan di lingkungan pendidikan. Beberapa kompetisi utama yang digelar antara lain:
- Lomba Cerdas Cermat Wawasan Kebangsaan – Menekankan pemahaman tentang Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan sejarah perjuangan bangsa.
- Lomba Baris-berbaris Tingkat Pelajar – Melatih kedisiplinan, kerja sama tim, dan kepemimpinan melalui aktivitas fisik yang terstruktur.
- Simulasi Bertahan Hidup – Memberikan pengalaman langsung tentang teknik dasar bertahan di alam terbuka, seperti membuat tenda, mencari sumber air, dan navigasi sederhana.
Selain itu, peserta juga mengikuti seminar bertema "Bela Negara Kontemporer" yang dibawakan oleh perwira TNI dan akademisi. Seminar ini membahas tantangan bela negara di era digital, seperti ancaman radikalisme, hoaks, dan rendahnya rasa nasionalisme. Dengan pendekatan yang interaktif, para peserta diajak untuk merefleksikan peran mereka sebagai generasi penerus dalam menjaga keutuhan NKRI.
Manfaat Partisipasi bagi Pelajar dan Mahasiswa
Partisipasi dalam Festival Bela Nusa 2026 memberikan manfaat jangka panjang bagi peserta. Gubernur Jawa Timur dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menanamkan semangat bela negara melalui cara yang menyenangkan dan kompetitif. Para pemenang lomba tidak hanya mendapatkan penghargaan berupa beasiswa pendidikan, tetapi juga kesempatan mengikuti pelatihan bela negara di pusat pelatihan TNI. Hal ini menjadi nilai tambah bagi mereka yang ingin mendalami disiplin dan semangat kebangsaan secara lebih mendalam.
Lebih dari sekadar kompetisi, festival ini diharapkan menjadi model bagi daerah lain dalam menggelar kegiatan serupa. Dengan mengintegrasikan aspek edukasi dan kompetisi, Festival Bela Nusa 2026 memberikan contoh nyata bagaimana kurikulum bela negara dapat diimplementasikan secara kreatif dan aplikatif. Bagi para guru dan pelajar, kegiatan ini menjadi sarana untuk mengasah potensi diri sambil memperkuat rasa cinta tanah air.
Melalui Festival Bela Nusa 2026, kita diajak untuk menyadari bahwa bela negara bukan hanya tugas militer, melainkan tanggung jawab setiap warga negara. Mari, guru dan pelajar, aktif berpartisipasi dalam program-program bela negara yang ada di lingkungan sekolah dan kampus. Dengan semangat kebangsaan yang kuat, kita dapat bersama-sama menjaga keutuhan dan kemajuan bangsa Indonesia.