Beranda / Guru & Pelajar / Disdik DKI Gelar Bimbingan Teknis Pengintegrasian Bela...
Guru & Pelajar

Disdik DKI Gelar Bimbingan Teknis Pengintegrasian Bela Negara dalam P5

Disdik DKI Gelar Bimbingan Teknis Pengintegrasian Bela Negara dalam P5

Dinas Pendidikan DKI Jakarta menggelar Bimbingan Teknis Pengintegrasian Bela Negara dalam P5 bagi guru-guru pilot project Kurikulum Merdeka. Melalui bimtek ini, para pendidik dibekali teknik merancang proyek seperti kampanye anti-bullying dan simulasi musyawarah, serta rubrik penilaian yang mengukur kolaborasi dan kepekaan sosial. Program ini bertujuan menanamkan kesadaran bela negara non-militer pada pelajar dan akan diterapkan pada semester genap tahun ajaran baru.

Dinas Pendidikan DKI Jakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pendidikan karakter melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengintegrasian Bela Negara dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Kegiatan yang digelar selama dua hari ini diikuti oleh ratusan guru dari berbagai sekolah yang menjadi pilot project penerapan Kurikulum Merdeka. Dengan menggandeng narasumber dari kalangan praktisi pendidikan dan TNI, bimtek ini bertujuan membekali para pendidik dengan teknik merancang proyek-proyek sederhana namun bermakna, seperti kampanye anti-bullying, simulasi musyawarah, dan pentas seni budaya daerah. Inisiatif ini menjadi langkah nyata dalam menanamkan nilai-nilai bela negara sejak dini di lingkungan sekolah.

Mengintegrasikan Bela Negara dalam P5: Bukan Sekadar Militer

Salah satu poin penting yang ditekankan dalam bimtek ini adalah pemahaman bahwa bela negara tidak hanya identik dengan kegiatan militer. Narasumber menjelaskan bahwa bela negara merupakan sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada NKRI, yang dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk aksi nyata. Melalui P5 dalam Kurikulum Merdeka, guru dapat mengajak siswa untuk menerapkan nilai-nilai bela negara dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dengan menjaga persatuan, aktif dalam kegiatan sosial, serta peduli terhadap lingkungan sekitar. Berikut adalah beberapa contoh proyek yang dapat dikembangkan:

  • Kampanye Anti-Bullying: Mengajak siswa merancang poster, video, atau drama yang mengedukasi tentang bahaya perundungan dan pentingnya saling menghormati.
  • Simulasi Musyawarah: Melatih siswa untuk berdiskusi, mengambil keputusan bersama, dan menghargai pendapat orang lain, sesuai dengan nilai-nilai demokrasi Pancasila.
  • Pentas Seni Budaya Daerah: Menggali dan menampilkan kesenian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kebanggaan terhadap budaya lokal.

Rubrik Penilaian yang Mengukur Sikap Kolaborasi dan Kepekaan Sosial

Selain teknik merancang proyek, para guru juga dibekali dengan cara membuat rubrik penilaian yang tepat. Rubrik ini dirancang untuk mengukur aspek-aspek penting seperti kolaborasi, kreativitas, dan kepekaan sosial siswa. Dalam bimtek guru ini, para pendidik diajak untuk menyusun indikator penilaian yang jelas, misalnya kemampuan bekerja dalam tim, originalitas ide, serta kepedulian terhadap isu-isu di sekitar. Dengan rubrik yang terstruktur, guru dapat memberikan umpan balik yang konstruktif dan memantau perkembangan karakter siswa secara objektif. Hasil dari bimtek ini akan segera diimplementasikan pada semester genap tahun ajaran baru, sehingga dampaknya dapat dirasakan langsung oleh para pelajar.

Melalui program ini, diharapkan para pelajar tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kesadaran bela negara yang tinggi. Bela negara bukan lagi sekadar wacana, melainkan aksi nyata yang dapat dilakukan setiap hari. Mari, para guru, terus kembangkan proyek-proyek P5 yang inovatif dan relevan. Bagi para pelajar, jadilah generasi yang tidak hanya bangga pada Indonesia, tetapi juga aktif berkontribusi menjaga persatuan dan keutuhan bangsa. Setiap langkah kecil, dari kampanye anti-bullying hingga melestarikan seni budaya, adalah bentuk nyata bela negara yang patut kita banggakan.

Organisasi Dinas Pendidikan DKI Jakarta, TNI