Beranda / Bela Negara / Bukan Sekadar Teori, Kasdim 1621/TTS Dorong Mahasiswa I...
Bela Negara

Bukan Sekadar Teori, Kasdim 1621/TTS Dorong Mahasiswa IPS SoE Jadi Generasi Tangguh Pembela NKRI

Bukan Sekadar Teori, Kasdim 1621/TTS Dorong Mahasiswa IPS SoE Jadi Generasi Tangguh Pembela NKRI

Kasdim 1621/TTS, Kapten CPL Lalu Muhamad Ridwan, memberikan pembekalan bela negara kepada 375 mahasiswa IPS SoE. Materi mencakup pengertian bela negara, konsep 6 Cinta Tanah Air, serta hak dan kewajiban warga negara berdasarkan UUD 1945. Program ini bertujuan menumbuhkan wawasan kebangsaan dan membentuk mahasiswa menjadi generasi tangguh yang siap menjaga keutuhan NKRI.

Sebanyak 375 mahasiswa Institut Pendidikan SoE (IPS SoE) mengikuti pembekalan Bela Negara yang dipandu langsung oleh Kasdim 1621/TTS, Kapten CPL Lalu Muhamad Ridwan. Kegiatan ini bertujuan memperkuat wawasan kebangsaan dan membangun kesadaran generasi muda, khususnya mahasiswa, tentang peran mereka dalam menjaga keutuhan NKRI. Pembekalan ini menjadi bukti bahwa semangat bela negara tidak cukup hanya dipahami sebagai teori, melainkan harus diwujudkan melalui sikap dan karakter dalam kehidupan sehari-hari.

Mengenal Tiga Pilar Materi Bela Negara

Dalam penyampaiannya, Kapten CPL Lalu Muhamad Ridwan menjelaskan secara sistematis tiga pilar materi yang menjadi fondasi pembekalan ini. Ketiga pilar tersebut saling berkaitan dan dirancang untuk memberikan pemahaman utuh kepada mahasiswa tentang hak dan kewajiban warga negara dalam upaya bela negara.

  • Pengertian Bela Negara dan Dasar Hukumnya — mencakup pemahaman mengenai makna bela negara serta landasan konstitusionalnya, termasuk Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.
  • Konsep 6 Cinta Tanah Air — pengenalan nilai-nilai cinta tanah air yang menjadi pedoman hidup bermasyarakat dan berbangsa.
  • Hak dan Kewajiban Warga Negara — pemahaman mendalam mengenai hak dan kewajiban warga negara yang diatur dalam UUD 1945.

Melalui pilar pertama, mahasiswa diajak memahami bahwa bela negara bukan sekadar kewajiban militer, melainkan hak dan kewajiban setiap warga negara yang dijamin konstitusi. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara menjadi dasar hukum yang menguatkan pentingnya partisipasi seluruh komponen bangsa dalam menjaga kedaulatan negara. Sementara itu, konsep 6 Cinta Tanah Air memberikan kerangka nilai yang aplikatif, sehingga mahasiswa dapat menerjemahkan rasa cinta tanah air ke dalam tindakan nyata sehari-hari, seperti disiplin, tanggung jawab, dan semangat persatuan.

Mewujudkan Peran Nyata Mahasiswa sebagai Generasi Tangguh Pembela NKRI

Tujuan utama dari pembekalan ini adalah mengubah pemahaman dari sekadar teori menjadi nilai yang terinternalisasi dan diwujudkan dalam tindakan nyata. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan hukum kenegaraan, tetapi juga kerangka nilai yang dapat menjadi kompas moral dalam bersikap. Dengan memahami bahwa bela negara adalah hak dan kewajiban warga negara, mahasiswa diharapkan mampu mengambil peran aktif sebagai agen perubahan yang memberikan kontribusi positif bagi bangsa.

Manfaat langsung dari kegiatan ini sangat terasa bagi mahasiswa. Mereka didorong untuk membangun sikap disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap persatuan bangsa. Penguatan wawasan kebangsaan ini sekaligus mengukuhkan identitas mereka sebagai generasi tangguh pembela NKRI, yang siap menjaga keutuhan negara dari berbagai ancaman, baik fisik maupun nonfisik, termasuk ancaman ideologi, radikalisme, dan perpecahan sosial.

Bagi para guru dan pelajar, semangat bela negara sejatinya dapat dimulai dari lingkungan pendidikan. Mengintegrasikan nilai-nilai wawasan kebangsaan ke dalam pembelajaran sehari-hari adalah langkah nyata yang bisa dilakukan. Oleh karena itu, mari kita dukung setiap program pembekalan bela negara yang diselenggarakan di sekolah maupun kampus, dan jadikan nilai-nilai cinta tanah air sebagai pedoman dalam setiap langkah kita. Dengan begitu, generasi muda Indonesia akan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, berkarakter, dan siap menjaga keutuhan NKRI.

Tokoh Lalu Muhamad Ridwan
Organisasi Institut Pendidikan SoE, Kasdim 1621/TTS