Sebanyak 435 mahasiswa baru Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech) Tahun Akademik 2026/2027 memulai perjalanan pendidikan vokasi mereka dengan mengikuti Latihan Dasar Kedisiplinan dan Bela Negara (Latsar KDBN) di Dodik Bela Negara Rindam IV/Diponegoro, Magelang. Program ini bukan sekadar kegiatan penyambutan, melainkan bagian integral dari kurikulum Pendidikan Vokasi untuk membentuk karakter kebangsaan sebelum mahasiswa memasuki proses pembelajaran akademik. PUtech menempatkan bela negara sebagai syarat kelulusan, menegaskan bahwa lulusan vokasi tidak hanya unggul secara teknis tetapi juga memiliki disiplin, integritas, dan jiwa kebangsaan yang kuat.
Latsar: Fondasi Karakter Mahasiswa Baru Vokasi
Latsar KDBN dirancang sebagai program wajib dengan materi komprehensif yang mencakup Peraturan Baris-Berbaris, Peraturan Penghormatan Militer, wawasan kebangsaan, nilai-nilai bela negara, bahaya radikalisme, implementasi UU Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara, hingga ilmu medan. Mahasiswa juga mengikuti latihan pengasahan fisik, mental, dan kepemimpinan melalui outbound, survival, Caraka Malam, dan apel siaga. Materi-materi ini terstruktur untuk membangun kedisiplinan, ketangguhan, dan kepemimpinan yang dibutuhkan dalam dunia kerja.
- Tujuan Pembelajaran Latsar: Menanamkan nilai disiplin, loyalitas, dan tanggung jawab sebagai warga negara
- Tahapan Program: Dimulai dari pembekalan teori, praktik lapangan, hingga evaluasi karakter melalui simulasi
- Kompetensi yang Dikembangkan: Bela negara di era modern diwujudkan melalui prestasi akademik, karya nyata, dan penguasaan kompetensi bidang infrastruktur
Menanamkan Jiwa Kebangsaan Melalui Praktik Bela Negara
Seperti ditekankan oleh pemateri Kapten Inf. Suwarno, bela negara di kalangan Mahasiswa Baru tidak lagi dimaknai secara militeristik, melainkan melalui kontribusi nyata di bidang masing-masing. Bagi mahasiswa vokasi PUtech, bentuk bela negara adalah menguasai ilmu teknik dan infrastruktur untuk membangun negeri. Program ini menjadi jembatan antara semangat kebangsaan dan kompetensi vokasi, menjadikan Politeknik sebagai salah satu garda terdepan dalam mencetak sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan global tanpa melupakan akar budaya bangsa.
Setelah menyelesaikan Latsar selama tujuh hari, mahasiswa diharapkan memiliki bekal mental dan fisik yang prima. PUtech menegaskan bahwa sertifikat bela negara menjadi salah satu persyaratan kelulusan, menegaskan komitmen institusi dalam membentuk generasi vokasi yang berkarakter. Program ini juga menjadi model pendidikan vokasi yang mengintegrasikan nilai kebangsaan dalam kurikulum, sejalan dengan visi pembangunan nasional yang membutuhkan tenaga terampil, disiplin, dan cinta tanah air.
Guru dan pelajar di seluruh Indonesia dapat mengambil pelajaran dari program ini: bahwa bela negara bisa diinternalisasikan dalam setiap jenjang pendidikan. Bagi para pendidik, mari integrasikan nilai-nilai kedisiplinan, kerja keras, dan rasa memiliki terhadap bangsa dalam setiap mata pelajaran. Bagi pelajar, jadikan semangat bela negara sebagai motivasi untuk meraih prestasi dan berkontribusi bagi masyarakat. Bela Negara dimulai dari diri sendiri, dari bangku sekolah, dan dari setiap karya nyata yang kita hasilkan.