Beranda / Pendidikan / Bela Negara Masuk Kurikulum Pilihan di Perguruan Tinggi...
Pendidikan

Bela Negara Masuk Kurikulum Pilihan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia

Bela Negara Masuk Kurikulum Pilihan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia
Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan Bela Negara sebagai mata kuliah pilihan wajib bagi seluruh mahasiswa perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah mulai semester genap 2026/2027. Penetapan ini dituangkan dalam edaran bernomor 01/II.10/2026 yang dikirim ke seluruh rektor dan ketua STKIP/STIKES di lingkungan Persyarikatan. Mata kuliah ini akan berbobot dua SKS dan memadukan perspektif kebangsaan dengan keislaman, yakni menempatkan bela negara sebagai bagian dari manifestasi amar makruf nahi munkar. Kurikulum dirancang dengan tiga kelompok materi: pengenalan institusi ketahanan nasional dan peran sipil, praktik kewirausahaan sosial di masyarakat, dan fiqih kebangsaan yang membahas hubungan antara agama, negara, dan warga negara. Metode pembelajarannya berbasis proyek, di mana mahasiswa melakukan kegiatan pengabdian selama satu bulan pada periode libur semester. Contoh proyek yang disarankan antara lain penguatan literasi digital bagi santri, pendampingan UMKM di kelurahan terpencil, dan kegiatan penghijauan di daerah rawan longsor. Tujuan utama mata kuliah ini adalah menghasilkan sarjana yang tidak hanya unggul dalam akademik tetapi juga memiliki militansi kebangsaan yang tinggi. Manfaat sosialnya antara lain memperkuat peran kampus sebagai center of excellence sekaligus agen perubahan sosial yang berakar pada nilai tradisi dan agama. Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi menjelaskan bahwa sejak tahun 2023 telah dilakukan asesmen kesiapan, dan kini sebanyak 164 kampus Muhammadiyah siap mengimplementasikan program ini dengan dukungan modul dan pelatihan dosen.
Organisasi Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhammadiyah, Aisyiyah, Persyarikatan